Keluar Masuk Permata Depok, Cek Suhu Tubuh Dulu

0
349
Petugas keamanan mengecek suhu warga dengan Thermo Gun atau termometer tembak infra merah


Depokteren.com
– Sedari pagi Syachbatul Iman sudah nongkrong di pos keamanan. Pria yang biasa disapa Bang Atul itu tampak tenang. Tapi, matanya liar memandang. Dia mengawasi tiap orang yang lalu lalang Perumahan Permata Depok, Sektor Nilam, RT 005/07 Kelurahan Pondok Jaya, Depok.

Sesekali Bang Atul tak segan memberikan pengarahan kepada petugas keamanan lingkungan. Dia meminta Hasan Basri dan kawan-kawan melakukan pengecekan suhu tubuh kepada setiap orang yang melintas. Jadi tidak sembarang orang masuk. Hal ini lanjutnya demi mencegah penyebaran virus corona.

“Setiap orang yang keluar masuk harus cek suhu dan semprot disinfektan. Tanpa kecuali. Bukan apa-apa ini demi mencegah penyebaran virus corona. Sesuai himbauan Pak RT,” kata Atol, koordinator keamanan 2 Sektor Nilam.

Sejauh ini menurut Bang Atul belum ada tamu atau warga yang menunjukkan suhu tubuh 38 derajat ke atas. “Semoga warga dalam keadaan sehat dan terbebas dari Covid-19. Jika nanti ada yang di atas 37,7 derajat atau lebih, kami mengimbau untuk segera ke rumah sakit,” jelasnya.

Petugas keamanan memang telah dibekali Thermo Gun atau termometer tembak infra merah. Alat itu dari sumbangsih seorang warga, Doddy Firmansyah dalam upaya memerangi virus corona. Kebijakan cek suhu tubuh itu menurut Ketua RT 005/07 Kelurahan Pondok Jaya, Budi Riyanto dilakukan sejak Jumat (27/3).

“Kebetulan ada warga yang peduli memberikan Thermo Gun, sehingga kami manfaatkan untuk pengecekan setiap orang yang keluar masuk komplek. Alhamdulilah pengurus juga mendapat bantuan pengunaan satu titik kran tempat cuci tangan di gerbang pintu masuk dilengkapi dengan sabun. Semoga warga kami terhidar dari serangan virus corona,” kata Budi Riyanto.

Kota Depok memang wilayah pertama di Indonesia terjadinya kasus positif Covid-19 yang diumumkan langsung Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020).

Kini penyebarannya terbilang cukup tinggi. Berdasarkan data yang dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, saat tulisan ini dipublish, terkonfirmasi 21 pasien positif, 4 sembuh dan 2 meninggal. Sedangkan 193 pasien dalam pantauan pengawasan (PDP) selesai 15 dan 178 masih dalam pengawasan. Sementara itu, sebanyak 720 orang dalam pemantauan (ODP) dengan rincian 187 selesai dan 533 masih dalam pemantauan.

“Tentu kami tak ingin penyebaran virus corona masuk wilayah kami. Karena itu, kami meningkatkan kinerja petugas keamanan sebagai garda terdepan. Setiap orang yang masuk, baik warga sendiri atau pun dari luar, harus dikontrol dengan alat pengukur suhu tubuh dan semprot disinfektan. Kami berharap warga bisa bekerja sama demi kesehatan dan keselamatan kita semua,” papar Bang Atul. *Suryansyah

 348 total views

LEAVE A REPLY