Depok akan Dapat Bantuan 1.000 Alat Rapid Test Corona dari Pemprov Jabar

0
77

www.depoktren.com–Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) akan membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sebanyak 1.000 kit alat Rapid Test. Hal itu diharapkan dapat memenuhi kekurangan alat rapid tes di Kota Depok.

“Alhamdulillah, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil akan membantu sebanyak 1.000 kit alat rapid test,” kata Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam siaran pers yang diterima depoktren.com, Minggu (29/3/2020).

Dia mengutarakan, selain itu, pihaknya juga terus berupaya menambah jumlah alat rapid tes. “Saat ini, kami juga telah melakukan pemesanan alat rapid tes dan akan segera dikirim dalam waktu dekat,” terang Idris.

Ditegaskan Idris, pihaknya telah mendistribusikan sebanyak 2.400 alat Rapid Test virus Corona (Covid-19) ke rumah sakit dan Puskesmas yang ada di Kota Depok. Alat pendeteksi Covid-19 ini diprioritaskan untuk tenaga medis, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dengan Pengawasan (PDP). “Tapi ternyata masih alat rapid tes masih kurang,” tegasnya.

Idris mengungkapkan, rapid tes di Kota Depok telah dilaksanakan sejak 25 Maret lalu di seluruh rumah sakit yang menangani PDP dan Puskesmas. Dengan sasaran tenaga kesehatan, PDP dan ODP. “Untuk saat ini pemeriksaannya masih berlangsung di rumah sakit-rumah sakit yang merawat PDP dan Puskesmas,” ungkapnya.

Menurut Idris, hingga Sabtu (28/3) terdapat sebanyak 29 orang terkonfirmasi positif COVID-19, sembuh empat orang dan tiga orang meninggal dunia. Sedangkan PDP berjumlah 272 orang, 16 orang di antaranya telah selesai ditangani dan 256 orang masih dalam pengawasan. Kemudian Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 869 orang. Dengan rincian selesai ditangani 187 orang dan masih dalam pemantauan 682 orang.

“Untuk PDP yang meninggal, saat ini berjumlah 12 orang. Namun demikian, status pasien tersebut belum bisa dinyatakan positif atau negatif Corona, karena harus menunggu hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR), yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kementerian Kesehatan (Kemenkes),” pungkasnya. (Papi Ipul)

 76 total views

LEAVE A REPLY