Pandemi Corona, Rindu Pradi dan Nasib Anaknya yang Kuliah di Spanyol

0
149

www.depoktren.com–Pevita Pradinda adalah putri Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna yang sedang menimba ilmu di Spanyol. Pevita sedang belajar tahun ketiga di Conservatorio de Musica de Las Palmas, Gran Canaria, España.

Pradi melalui telepon saling bertukar kabar dengan anak ketiganya ini, Minggu (29/3/2020). Pevita mengisahkan bahwa saat ini diberlakukan Lockdown di seluruh wilayah Kerajaan Spanyol yang sudah berlangsung 14 hari. Tapi, Pevita mengaku sudah mengisolasikan diri secara mandiri selama 17 hari belakangan ini.

Dalam masa kuliahnya ini, Pevita mondok di daerah perkampungan alami pada sebuah keluarga dokter sehingga tidak terlalu kontras nuansa lockdown-nya.

“Alhamdulilah, saya sehat, baik baik saja. Saya sudah tidak keluar rumah lagi sudah 17 hari,” ujar Pevita mengabarkan ke ayahnya.

Disebutkannya, Kerajaan Spanyol menerapkan lockdown yang tegas dengan sanksi yang keras berupa denda minimal 200 euro atau sekira Rp 3,6 juta.

Sanksi ini berlaku bagi siapa saja yang keluar rumah di masa kebijakan lockdown untuk mencegah penularan Covid-19. Secara terbatas dengan pengawasan ketat, warga hanya boleh keluar untuk berbelanja kebutuhan konsumsi di pasar, ke bank, apotik, atau membawa jalan hewan peliharaannya di jaling terdekat.

Di tempat studinya ini ada sekira 35 warga negara Indonesia. Kedutaan Besar Indonesia dan Konsulat Jenderalnya, aktif memperhatikan dengan rajin memantau dengan telepon menanyakan keadaan kesehatan warganya.

“Alhamdulillah dari kedutaan sangat perhatian, kami setiap hari dihubungi via telepon. Jika ada sesuatu yang darurat pasti dibantu,” jelas Pevita

Selama isolasi ketat ini sama seperti perkuliahan di Indonesia, pelajaran pun diubah menjadi sistem online. Namun dengan konsekuensi pekerjaan rumah banyak. Awal-awalnya pelajar sempat panik dengan tugas, tapi selanjutnya mulai sadar dan menyesuaikan diri bahwa lockdown ini untuk menjaga kesehatan.

Di pasar pun, cara belanja diatur rapi, masuk ke dalam pasar secara bergantian, antri dengan jaga jarak dengan orang per orang dua meter. Jika ada tampak orang berkerumun adalah di luar pasar oleh orang yang menantikan giliran berbelanja.

Pevita, mahasiswi yang sedang belajar seni musik klasik ini mengatakan, karena jumlah korban akibat Corona cukup tinggi, maka Kerajaan Spanyol pun sedang menyiasati penanganan medis kepada kemungkinan banyaknya orang yang terjangkit Covid-19. Sedang tenaga medis masih dalam rasio memadai.

“Di Spanyol tiap pukul 19.00 sampai 20.00 malam waktu setempat, ada tradisi tepuk tangan dari warga sebagai dukungan sebagai tanda hormat untuk para medis.

Sang ayah, Pradi rindu dan khawatir dengan kondisi anak kembarnya ini. “Saya rindu sekali. Orangtua pasti khawatir, tapi saya yakin pemerintah dan warga di sana baik. Dan saya selalu berdoa kepada Allah SWT semoga dia sehat. Juga kepada kita semua sehat,” harap Pradi.

Spanyol merupakan negara Eropa dengan angka tertinggi kasus Covid-19 setelah Italia dan China. Setelah kacaunya pandemi Covid-19 di Italia, seluruh Eropa semakin waspada dan disiplin mencegah penyakit ganas ini.

Di Italia, ketika pemerintah menerapkan liburan nasional, warga banyak yang menggunakannya untuk berpesta, ke bar, ataupun ke pantai sehingga penyebaran covid-menjadi lebih masif. (Raseukiy)

 147 total views

LEAVE A REPLY