Wali Kota Depok Deklarasikan Kampung Siaga Covid-19, Tiap RW Dapat Bantuan Rp 3 Juta

0
298

www.depoktren.com – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona. Di antaranya dengan membentuk Kampung Siaga Covid-19 di tiap Rukun Warga (RW).

Wali Kota Mohammad Idris secara resmi mendeklarasikannya, Kamis (2/4/2020). Langkah ini dilakukan demi menekan penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kota Depok.

“Kota Depok belum ditetapkan sebagai PSBB (pembatasan sosial berskala besar). Saat ini kita fokus pada percepatan penanganan Covid-19 berbasis komunitas, yaitu melalui pembentukan Kampung Siaga Covid-19 pada level RW,” kata Idris melalui keterangan tertulis.

Inisiatif itu mulanya diperkenalkan para komunitas swadaya, sebelum diformalkan oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melalui Instruksi Walikota Depok Nomor 02 Tahun 2020 dan Surat Edaran Walikota Depok Nomor 443/166-Huk/DPKP.

Kampung Siaga Covid-19 adalah kampung berbasis Rukun Warga (RW) yang disiagakan untuk membantu melakukan upaya percepatan pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19 dalam wilayah RW dengan ruang lingkup tugas yang ditentukan.

Struktur organisasinya terdiri dari pengarah dan penanggung jawab. Camat, Kapolsek, Danramil dan Sekolah Relawan sebagai pengarah. Sedangkan penanggung jawab diberikan kepada Lurah, Babinkamtibmas, Babinsa dan Ketua RW.

Sementara itu komando lapangan terdiri dari Ketua Satgas, Koordinator Kesehatan, Kordinator Logistik dan Kordinator Informasi. “Pengarah, bertugas mengarahkan pembentukan Kamping Siaga Covid-19 di wilayah kerjanya, melaksanakan monitoring dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 pada level RW di wilayah. Berkordinasi aktif dengan Puskesman dan fasilitas kesehatan di wilayah kerjanya,” papar Wali Kota Depok Mohammad Idris.

Lebih lanjut Idris mengatakan layanan kesiagaan darurat Covid-19 Kampung Siaga sistem pelaporannya disampaikan lewat 112 dan 119. Selain itu juga lewat Puskesmas Pancoranmas, Puskesman Cinere, Puskesmas Cimanggis, Camat on call dan Lurah on call (24 jam siaga).

“Untuk pembentukan dan penyelenggaraan Kampung Siaga Covid-19, masing-masing RW akan diberikan bantuan stimulan sebesar Rp 3 juta. Dana ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok,” jelas Mohammad Idris.

Penyebaran Covid-19 di Kota Depok saat ini sudah demikian massive di hampir seluruh wilayah kota. Hal ini lantaran Depok sangat berdekatan dengan epicentrum penyebaran Covid-19.

Hingga Jumat (3/4) tercatat 55 orang kasus konfirmasi positif, 10 sembuh dan 6 meninggal dunia. Sementara itu, Orang Tanpa Gejala (OTG) berjumlah 145 orang yang kesemuanya masih dalam pemantauan. Sedangkan 439 orang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), selesai 60 orang dan masih dalam pengawasan sebanyak 379 orang.*Suryansyah

 296 total views

LEAVE A REPLY