100 Wartawan Depok Akan Dirapid Test Covid-19

0
186
Pembina Media Center (DMC) Rusdy Nurdiansyah (kiri) menyerahkan 100 rapid tes ke Rumah Sakit Bunda

Depoktren.com – Petugas medis garda terdepan dalam berperang melawan pandemi virus corona. Tapi, wartwan juga bagian penting dalam memutus matai rantai penyebaran Covid-19.

“Wartawan, pers adalah garda depan bangsa Indonesia dalam mengatasi wabah corona ini. Wartawan-lah yang menyajikan informasi akurat kepada masyarakat,” kata Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna.

Di sisi lain, Pradi mengatakan, khawatir wartawan turut jadi korban yang terjangkit virus mematikan asal Wuhan, Cina. Pradi menyadari bahwa wartawan memang menjadi rawan terpapar Covid-19 jika terjun ke lapangan. Namun demikian, di satu sisi wartawan harus menyampaikan informasi yang akurat ke masyarakat.

Karena itu, Pradi meminta wartawan Depok melakukan rapid test Covid-19. Dia memberikan bantuan 100 alat rapid test Covid-19 kepada Pembina Media Center (DMC) Rusdy Nurdiansyah di Balai Kota Depok, Jumat (3/4).

“Saya prihatin dengan kondisi kesehatan wartawan dan menawarkan mereka untuk mengikuti rapid test Covid-19. Ternyata mereka mau dan antusias. Ini semua demi kebaikan bersama,” tutur Pradi.

Rumah Sakit Bunda Margonda Depok akan menjadi tempat pelaksanaan rapid test Covid-19 untuk 100 wartawan. Menurut Rusdy diagendakan pada Senin-Selasa (6-7 April) mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

“Syaratnya, daftarkan nama, media, alamat rumah sesuai KTP, serta fotokopi KTP dan fotokopi kartu pers/UKW. “Pendafataran ditutup Minggu (5/4). Jumlah alat rapid test ada 100 maka wartawan yang akan ikut serta dibatasi 100 wartawan,” kata Rusdy.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo, Sidik Mulyono menjelaskan, rapid test Covid-19 adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona.

“Bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona. Namun, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu,” papar Sidik Mulyono.

Jadi, menurutnya rapid test Covid-19 hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau COVID-19 (positif atau negatif), tapi reaktif dan non reaktif.

“Mudah-mudahan kegiatan rapid test wartawan berjalan lancar. Ini bentuk perhatian kami, sebagai mitra dengan pers,” imbuhnya. * Suryansyah

 186 total views

LEAVE A REPLY