Pasien Terkonfirmasi Positif dan PDP, Istilah Sembuh dan Selesai Pengawasan

0
88

Pasien Terkonfirmasi Positif dan PDP, Istilah Sembuh dan Selesai Pengawasan

Oleh: Rusdy Nurdiansyah

Saya tadi sedikit diskusi dengan Jubir Gugus Penanggulangan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, Sabtu (4/4).

Dari diskusi tersebut pak Dadang menegaskan soal data dan penggunaan istilah Terkonfirmasi Postif, PDP, ODP dan OTG, pihaknya mengacu pada protokol yang dikeluarkan Pemerintah Pusat yakni Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kementerian Kesehatan RI

Yang kerap menjadi perbedaan silang pendapat yakni status Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Maka, saya fokuskan diskusi soal itu.

Berdasarkan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kementerian Kesehatan RI.

PDP adalah mereka yang memiliki gejala panas badan dan gangguan saluran pernapasan. Gangguan saluran pernapasan itu bisa ringan atau berat.

Lalu mereka yang pernah berkunjung ke atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan Covid-19. PDP ini juga memiliki indikasi atau diketahui pernah berkontak langsung dengan kasus yang terkonfirmasi atau probabel Covid-19.

Untuk jumlah data PDP keseluruhan di dapat dari pasien yang dirawat di rumah sakit dan PDP Mandiri yang dilaporkan.

PDP belum bisa dipastikan postif dan negatif, sebelum ada hasil rapid tes dan tes lanjutan swab.

Dalam PDP kalau sudah selesai di rapid tes serta swab dan hasilnya negatif maka disebut PDP Selesai Pengawasan.

Kenapa tidak disebut Sembuh? Karena ada pasien tetap menjalankan perawatan untuk penyakit yang dideritanya, misal tipes, demam berdarah, TBC dll. Ada juga PDP yang sembuh dari penyakitnya tapi negatif Covid-19.

Untuk PDP Mandiri yakni perawatan di rumah yang diawasi oleh tenaga medis dari instasi terkait yakni Dinkes. Sebagain besar PDP Mandiri mengalami gejalan ringan dan PDP yang pernah berkunjung ke daerah penularan Covid atau pernah kontak langsung dengan pasien positif (tidak mengalami sakit).

Perkembangan PDP Mandiri Selesai Pengawasan karena hasil tes negatif dan dilaporkan petugas medis ke Gugus Tugas Covid-19. Tapi bila positif dilaporkan dan statusnya naik Terkonfirmasi positif, kemudian diambil tindakan perawatan isolasi di rumah sakit.

Nah, kenapa istilahnya Selesai Pengawasan tidak disebut Sembuh? PDP Mandiri ada juga yang tidak mengalami sakit.

Lalu, jika PDP ada yang meninggal di masa perawatan juga belum bisa dipastikan positif atau negatif karena harus menunggu hasil tes. Lalu, jika hasil tes nyapositif maka masuk dalam data korban meninggal Terkonfirmasi positif.

Jika PDP di tes positif maka statusnya naik Terkonformasi Positif dan masuk dalam data perawatan lanjutan pasien positif. Jika meninggal maka disebutkan meninggal karena Terkonformasi Positif. Lalu jika sembuh disebutkan sembuh dari Terkonfirmasi Positif.

Untuk proses rapid tes dan swab bagi PDP dan ODP perlu waktu karena alat yang dimiliki terbatas di setiap rumah sakit dan juga kurangnya tenaga medis karena begitu banyaknya jumlah PDP dan ODP.

Jadi, tidak ada istilah PDP sembuh dalam kaitannya dengan Covid-19, tapi yang ada istilah PDP Selesai Pengawasan.

Data yang terkait langsung dengan Covid-19 yakni disebut dengan istilah Terkonfirmasi Positif.

Begitu hasil diskusi saya terkait masalah Terkonfirmasi dan PDP yang kerap bias disajikan dalam pemberitaan. Terkait data untuk pemberitaan seharusnya sama, sehingga tidak membingunkan pembaca.

Dalam suatu penulisan berdasarkan kode etik jurnakistik, berbicara data di dapat dari data sekunder (data dari sumber yang sudah ada atau ditetapkan) dan data primier (data yang diperoleh langsung). Hakekatnya, produk jurnalistik yang baik itu tidak mencampurkan fakta dengan asumsi, opini atau kesimpulan.

Depok, 4 April 2020

Rusdy Nurdiansyah
Wartawan Republika/Ketua Pembina Depok Media Center (DMC)

 88 total views

LEAVE A REPLY