Soal Bantuan Dana Kampung Siaga, Lurah dan RW Pondok Jaya Tak Tahu, Yuni: Pemkot Jangan PHP

0
194

Depoktren.com – Program Kampung Siaga Covid-19 di Kota Depok, Jawa Barat, akan membuat sistem di level RW berperan aktif dalam memerangi penyebaran virus corona.

Dalam Instruksi Wali Kota Depok Nomor 02 Tahun 2020, Wali Kota Depok Mohammad Idris membeberkan sejumlah ketentuan dalam pengaktifan sistem keamanan warga ini. Selain warga tetap, setiap tamu harus lapor 1×24 jam dan diperiksa kesehatannya ketika datang bertamu ke RW tersebut.

“Alhamdulilah… hampir semua RW antusias untuk pembentukan Kampung Siaga Covid-19. Bahkan sudah ada 6 RW yang membuat spanduk dan struktur kepengurusan Kampung Covid-19,” kata Lurah Pondok Jaya, Mulyadi.

Menurutnya deklarasi Kampung Siaga Covid-19 yang dilakukan Wali Kota Mohammad Idris pada Kamis (2/4) telah diteruskan kepada seluruh ketua RW. Malah lanjut Mulyadi, sebelum deklarasi itu, pihaknya telah membuat Kampung Siaga Covid-19.

“Kami sudah lama melakukannya meski dengan segala keterbatasan. Kami melibatkan semua RT, DKM, RKM, PKK, Remaja Permata Depok dan tenaga kesehatan, dan warga lainnya,” ujar Ketua RW 007 Kelurahan Pondok Jaya, Bambang Sancoko.

“Fokus kami bagaimana menangani warga sajalah… apa yang bisa dilaksanakan walau kecil-kecilan.”

Dia mencontohkan dengan memasang spanduk di depan komplek Permata Depok tentang pandemi virus corona. Warga dihimbau untuk hidup sehat, bersih, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak fisik dan sosial.

“Kami mengeluarkan surat edaran kepada setiap RT. Kami menghimbau warga menjauhi diri dari kerumunan yang dapat mempermudah penularan Covid-19.”

Menyinggung soal dana stimulan yang digelontorkan Pemkot Kota Depok, Mulyadi maupun Bambang mengaku tidak tahu menahu. Sejauh ini pihaknya membuat satgas Covid-19 dengan swadaya.

“Mekanismenya saya belum tahu. Kami menunggu dari Pemkot kota. Kalau ada bantuan syukur, kalau tidak kami juga sudah jalan tanpa bantuan,” ungkap Bambang.

Anggota Komisi B DPRD Yuni Indriani meminta Pemkot secepatnya mendistribusikan anggaran yang sudah disepakati oleh dewan. Dana termin pertama untuk pandemi Covid-19 telah digelontorkan Rp 20 miliar dari 75 miliar yang disetujui dewan.

“Kampung Covid-19 bagus tapi jangan hanya jadi ajang seremoni. Dana yang digunakan harus tepat sasaran. Kalau saat ini tiap RW dijanjikan Rp 3 juta setidaknya diberikan secepatnya supaya mereka bisa maksimal. Bukan sekadar imbauan. Jangan cuma di-PHP, siaga tapi slow respon,” ujar Yuni Indriani.

Menurut Yuni nilai tiga juga rupiah sangat kecil. Pemkot juga harus memberikan bantuan lainnya seperti cairan disinfektan, mesin semprot, dan masker yang kini sudah sulit didapatkan.

“Kampung Covid-19 juga bantu edukasi warga terkait PHBS, pengawasan tamu keluar masuk dan stay at home atau jaga jarak fisik dan sosial,” imbuh politikus partai PDIP itu.*Suryansyah

 194 total views

LEAVE A REPLY