‘Reunian’ Wartawan Depok Dirapid Test, Hasilnya Plong…!

0
279
Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna menyaksikan wartawan Depok dirapid test

www.depoktren.com – Ada yang berbeda dari Rumah Sakit Bunda Margonda, Depok, Jawa Barat. Senin (6/4) pagi. Tak kurang dari 50 wartawan sudah merangsek. Ada apa?

“Wah… jadi ajang reuni nih. Silahturrahim para wartawan senior,” canda Kadisinfo Kota Depok Sidik Mulyono.

“Ya sekarang memang lagi musim reunian,” timpal wartawan senior Kesit BH. “Siap…yang penting tetap jaga jarak fisik dengan sesama.”

Reuni kok jaga jarak?

Ya ‘reuni’ kali ini bukan seperti biasanya. Kumpul-kumpul bukan untuk temu kangen sesama wartawan. Tak ada salaman. Apalagi peluk kangen. Jarak satu sama lain dibatasi seperti ‘bermusuhan’.

Tempat duduk diberi tanda (X) pembatas, agak berjauhan. Tak ada canda. Bicara pun seperlunya. Semua wajib memakai masker. Sebelum masuk cuci tangan dengan hand sanitizer yang telah disediakan.

“Sorry bro.., social distancing. Silakan absen, serahin foto copy KTP dan kartu pers,” ujar Maulana Said, wartawan Radar Depok sambil menunjuk ke meja petugas.

Para awak media sadar pentingnya perang melawan virus corona. Mereka tak mau terpapar Covid-19. Mereka juga tak mau menularkan kepada siapapun.

Depok Media Center (DMC) berinisiatif mengajak anggotanya melakukan rapid test. Ini mungkin yang pertama dilakukan wartawan di Indonesia. Ginting Selamat, wartawan senior, datang lebih dulu. Dia tak mau ketinggalan dengan wartawan muda. Tentu demi kesehatan.

Rusdy Nurdiansyah, Ketua Wartawan Kota Depok Siaga Covid-19, sibuk wara-wiri mengatur tempat. Wartawan senior Republika ini memang sangat militan. Dedikasinya tak diragukan. Jebolan IISIP jurusan jurnalistik ini membawa rapid test ke RS Bunda Margonda. Alat tersebut pemberian Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna.

“Hari ini tahap pertama, 50 wartawan. Besok ada 50 wartawan lagi yang dirapid test. Mereka adalah wartawan yang bertugas di Kota Depok. Juga wartawan yang berdomisili dan ber-KTP Kota Depok,” kata Rusdy Nurdiansyah.

Kinerja wartawan sangat mobile. Tak kenal waktu dan ruang. Wartawan bertemu dengan banyak orang. Tentu demi memberi informasi kepada masyarakat. Pekerjaan ini sangat rentan terpapar Covid-19. Begitu kata Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna dalam sambutannya.

Pradi meminta wartawan memberikan informasi yang edukatif. Dia bilang Covid-19 bukan aib. Orang yang terpapar bisa disembuhkan. Terpenting patuhi protokol yang dianjurkan pemerintah.

Wartawan kata Pradi juga sebagai garda terdepan. Kesehatannya perlu mendapat perhatian. “Jika mereka terpapar, siapa yang akan menyampaikan informasi ke masyarakat?,” ujar Pradi yang ikut menyaksikan rapid test 100 wartawan Depok.

Gayung bersambut. Rumah Sakit Bunda Margonda bersedia membantu kegiatan sosial tersebut. Kepala RSU Bunda Margonda Depok, dr Imelda Rachmawati menyiapkan 4 tenaga medis: dua dokter dan 2 perawat.

“Ini bencana kesehatan, kami senang dapat berpartisipasi bahu-membahu melawan Covid-19 bersama teman-teman wartawan,” tutur dokter Imelda.

Rapid test katanya untuk orang yang sehat atau tanpa gejala. Hasil rapid test belum dapat dikatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Jika hasil rapid test positif, akan masuk daftar Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Selanjutnya mengikuti pemeriksaan tahap kedua yakni tes Swab PCR untuk memastikan Terkonfirmasi Positif Covid-19 atau tidak,” jelasnya.

Jika ada peserta yang positif akan dilaporkan untuk diambil tindakan lanjutan. Peserta yang positif tanpa gejala akan mengikuti program isolasi positif Covid-19.

“Alhamdulillah.. semua hasilnya negatif. Tapi, masih direview oleh dokter kami,” kata Mawar, humas RSU Bunda Margonda.

Reunian bermasker dan jaga jarak itu telah memberi kesejukan hati. Awalnya yang sempat deg-degan, kini telah plong…hati jadi lega..! *Suryansyah

 280 total views

LEAVE A REPLY