Senyum Bang Pradi

0
623

PRADI Supriatna masih sempat tersenyum ketika meninggalkan Rumah Sakit Bunda Margonda, Depok, Senin (6/4). Senyum Bang Pradi- begitu biasa dia dipanggil- sangat sejuk dan penuh arti.

Ya, setidaknya buat 100 wartawan Depok yang menjalani radid test. Terus terang banyak di antara teman-teman, termasuk saya, deg-degan ketika melangkah ke RS Bunda Margonda. Wartawan sangat rentan terpapar mengingat kerjanya yang tak karuan bertemu banyak orang.

“Jujur saya tidak bisa tidur semalam. Kita kan kerja selalu ketemu orang. Nggak tahu orang itu kena atau nggak,” kata Irwan, seorang wartawan muda.

Bukan cuma Irwan yang hatinya campur aduk tak karuan. Banyak juga teman-teman dibayangi ketakutan. Hanya saja mereka berusaha sembunyikan. Bahkan ada yang keringat dingin. Saking groginya melihat alat rapid test.

Ya, hari ini senyum sangat mahal. Senyum sangat langka. Terlebih diwajibkan memakai masker. Tentu agar menghindari penyebaran virus corona.

Sebaliknya, ketakutan, kepanikan, bahkan stres jadi barang murah. Pandemi virus corona penyebabnya. Dunia saja diobok-oboknya. Bukan hanya Indonesia. Berapa banyak orang kehilangan nyawa. Setiap saat terus berjatuhan.

Ketakutan semakin tinggi. Takut tertular. Takut tak makan bagi para pekerja harian, semakin membahana. Malah banyak yang kehilangan pekerjaan alias di-PHK. Alasannya: perusahaan bangkrut! Ekonomi dalam titik nadir terendah.

Perusahaan pers pun tak luput terpapar. Tak sedikit nasib awak media terancam. Bukan hanya media kecil, media besar pun mulai memangkas karyawannya.

Corona tak pilih kasih. Dia datang, lalu membawa satu demi satu nyawa. Dan… bukan tidak mungkin berikutnya kita. Corona yang super kecil itu, super mematikan.

“Corona bisa kita kalahkan. Perkuat imunitas tubuh. Hidup bersih dan sehat. Konsumsi makanan sehat, rajin olahraga,” Bang Pradi meyakinkan.

Pradi Supriatna lahir di Depok, 09 Oktober 1970. Dia seorang pengusaha dan aktivis politik. Menjabat sebagai Wakil Wali Kota Depok sejak 17 Februari 2016. Pradi juga dipercaya sebagai ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok.

Bukan karena seorang wakil walikota Depok, dia selalu tersenyum. Karakter pria ini mendarah daging dari sana. Dengan orang yang belum dikenal pun, senyumnya tetap sama. Lepas!

Filosofi Bang Pradi senyum itu ibadah. Senyuman memiliki banyak manfaat. Senyuman bisa membuat Anda tampak ramah dan mudah diterima komunitas apapun. Bahkan senyuman bisa membuat kita bahagia. Tidak tertekan dalam sendi kehidupan.

Ashleigh Edelstein, seorang terapis yang berbasis di Texas, Amerika Serikat, mengatakan, senyuman bisa digunakan untuk melihat kepribadian seseorang.

Saya bukan fisiognomi. Saya tak bisa membaca seseorang lewat wajah atau senyuman. Tapi, setahu saya, Bang Pradi memang supel. Dia tak melihat status dalam pergaulan. Siapapun dia rangkul. Termasuk teman-teman wartawan. Bahkan boleh dibilang sangat dekat. Soal etika, soal berbicara dengan hati nurani, rasanya kita boleh belajar kepadanya.

Danielle Radin, penulis buku “Become a Networking Ninja”, mengatakan, jangan pernah menahan getaran positif, di mana pun kita berada atau dengan siapa kita berbicara. “Membiarkan senyum tulus bersinar menjadi pesan yang baik kepada orang lain.”

Yah, senyuman juga berkaitan dengan perasaan kita pada waktu tertentu. Pun dengan senyuman orang lain. Perasaan tertekan yang dialami seseorang juga bisa tercermin lewat senyuman mereka. Bahkan, amarah seseorang juga terlihat dari senyumannya.

Menurut Psychology Today, senyum asli dari seseorang bisa disebut dengan senyum “duchenne” atau senyum tiga jari.

Senyum Duchenne ini ditemukan oleh seorang pria Prancis yang mempelajari ekspresi wajah dan fisiologi mereka di abad ke-19. Senyuman tulus melibatkan kontraksi spontan dari dua otot yang berbeda di wajah kita. Ini adalah orbicularis oculi (pipi dan mata) dan mayor zygomatic (sudut mulut kita).

Cukupnya mengatasi penyebaran Covid-19 dengan senyum?

Tentu saja tidak. Saya tidak ingin bilang dengan senyum corona berlalu. Tapi saya percaya dari semua obat dalam kehidupan batin, senyum sejauh ini merupakan obat terbaik.

Saya pun yakin di balik senyum Bang Pradi terbesit perang yang dahsyat. Dia berpacu dengan waktu, tenaga dan pikiran. Bukan mencari panggung atau pencitraan. Sebagai orang kedua di Kota Depok, wajar jika dia jumpalitan perangi Covid-19. Bahkan sampai menjemput alat rapid test ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Tapi, satu hal yang membuat Bang Pradi sementara ini agak lega. 100 wartawan Depok yang melakukan rapid test di RS Bunda, Margonda dinyatakan 100 persen negatif.

Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna menyaksikan wartawan Depok dirapid test

Senyum Bang Pradi bisa kita jadikan stimulan. Tersenyum adalah cara terbaik untuk menghadapi setiap masalah, menghancurkan ketakutan dan menyembunyikan setiap rasa sakit.

Tersenyumlah pada rintangan, karena itu adalah jembatan. Begitu kata bijak Medusa atau penjaga dalam bahasa Yunani. Semoga badai corona segera berlalu. Bang Pradi pun akan terus tersenyum. *Suryansyah, Sekjen Siwo PWI Pusat

 627 total views

LEAVE A REPLY