Volume Sampah di Depok Meningkat

0
139

www.depoktren.com–Dampak pamdemi virus Corona (Covid-19) dengan salah satu kebijakan Work From Home (WFH) yakni meningkatnya volume sampah rumah tangga di Kota Depok. Sampah rumah tangga mengalami penambahan volume 100 ton per hari.

“Peningkatan jumlah sampah ada semenjak kebijakan WFH,” kata Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Iyay Gumelar di Kantor DLHK Kota Depok, Selasa (14/4/2020).

Dia menambahkan, tentu peningkatan volume sampah rumah tangga dikarenakan aktifitas masyarakat lebih banyak di rumah, sehingga produksi sampahnya juga tidak seperti hari-hari biasanya.

“Sebelum pendemi Covid-19 sampah rumah tangga di Kota Depok dalam sehari 600 ton, namun setelah masyarakat menjalankan WFH dalam sehari mencapai 700 ton. Naik 100 ton per hari,” ungkap Iyay.

Menurut Iyay, saat ini setiap hari ada 1.400 ton sampah warga Depok yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung. Kondisi TPA Cipayung sudah over load dan solusinya melakukan pemindahan pembuangan sampah ke TPA Regional Lulut-Nambo di Kabupaten, Bogor, Jawa Barat yang sudah direncanakan sejak 2018 lalu.

“Kondisi ini sudah over load, makanya kita sangat berharap sekali segera dapat melakukan pemindahan pembuangan sampah ke TPA Regional Lulut-Nambo. Tapi kembali tertunda karena situasi pandemi Covid-19. Mungkin pembahasan akan dilanjutkan usai pandemi Covid-19 berlalu,” jelasnya.

Dia mengutarakan, pihaknya saat ini melakukan pengurangan volume sampah dengan memanfaatkan bank-bank sampah dan UPS (Unit Pengelolaan Sampah) yang ada di Kota Depok. Tercatat ada 600 bank sampah dan 32 UPS yang aktif di Kota Depok. “Keberadaan bank sampah dan UPS bisa mengurangi sampah 20 persen dari jumlah yang akan dibuang ke TPA Cipayung,” terang Iyay. (Nandya Pradita)

 139 total views

LEAVE A REPLY