Indahnya Berbagi

0
157

Belakangan ini saya mendapat pesan lewat WhatsApps. Pesannya soal sembako. Pembina Depok Media Center (DMC), Rusdy Nurdiansyah, bilang: misinya kemanusiaan! Tanpa pikir panjang saya jawab: siap!

Gerakan sosial ini wujud kepedulian. Pun ikhtiar DMC dalam berbagi terhadap dampak Covid-19. Penggalangan bantuan dilakukan lewat berbagai dermawan. Khususnya mereka yang punya hati dan rezeki lebih.

Bentukanya, Sembako! Kependekan dari sembilan bahan pokok. Istilah ini populer ketika krisis moneter tahun 1998. Ketika itu ilai tukar Rupiah terhadap dolar anlok. Tembus angka Rp 16.650 per 1 dolar.

Kala itu pemerintah mengeluarkan Keputusan Menteri Industri dan Perdagangan no. 115/mpp/kep/2/1998 tanggal 27 Februari 1998 yang memberikan kategori sembilan bahan pokok yakni: beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan ayam, telur ayam, susu, jagung, minyak tanah dan garam beryodium.

Sembako jelas dibutuhkan. Apalagi di tengah wabah virus corona yang menggila. Tidak hanya menimbulkan korban jiwa. Penyebaran virus Corona juga berimbas sektor kehidupan.

Kini, tak kurang 2 juta orang dirumahkan dan kena PHK. Pengangguran makin tinggi. Ekonomi terus terpuruk. Dolar menembus 16 ribu lebih. Lebih parah dibanding krisis moneter 1988.

Si kaya maupun orang miskin, yang lemah maupun orang kuat, semua merasakan ketidaknyamanan karena kerusakan di sana-sini. Warga planet ini pun tak bisa mengelak ketika perekonomian dirundung masalah teramat serius.

Inilah saatnya bersatu. Semua elemen masyarakat harus membahu. Yang mampu berbagi kepada yang membutuhkan. Setidaknya kegiatan sosial yang dilakukan DMC patut diacungi jempol. Saya tak melihat isi sembako. Apalagi jika dinominalkan. Terpenting keikhlasan. Orang bijak bilang: Indahnya Berbagi.

Sekalipun ada yang perlu dikoreksi adalah tetap menjaga Physical Distancing saat berbagi sembako. Tidak perlu berjabat tangan. Jaga jarak setidaknya 1 meter saat berinteraksi. Jangan lupa pakai masker!

Sebagian orang bilang berbagi itu membuatnya bahagia dan merasa lega. Walaupun pada kenyataannya dengan berbagi kita akan kehilangan sesuatu. Kemudian apakah berbagi hanya berupa uang ataupun materi? Tentu tidak!!!

Dengan tersenyum pun kita sudah berbagi. Hakikatnya berbagi itu suatu kegiatan membantu orang yang akan menghasilkan kebaikan dan kemudahan bagi orang lain.

Sesungguhnya bagian terindah dalam hidup ini adalah saat kita bisa berbagi hal positif, kebaikan, dan kebahagiaan dengan orang lain. Rahasia dari kebahagiaan adalah dengan banyak berbagi.

Mengutip buku “Why Good Things Happen to Good People” yang ditulis Stephen Post, seorang profesor kedokteran pencegahan di Stony Brook University, disebutkan bahwa memberi kepada orang lain telah terbukti meningkatkan kualitas sehat pada tubuh seseorang dan bisa meringankan penyakit kronis dan multiple sclerosis.

Dari buku tersebut dapat kita ketahui bahwa berbagi itu berdampak besar bagi kita dan bermanfaat bagi orang lain. Dengan berbagi, kita menguatkan psikologis orang lain.

Saya mengapresiasi aksi sosial yang komandoi Rusdy dan DMC. Begitu peduli terhadap sesama. Mereka sadar wartawan juga terdampak Covid-19. Tapi, di satu sisi, pena harus tetap tajam. Mereka harus terus berkarya. Apapun yang terjadi di depan mata. Perih, memang. Tapi, itu pilihan profesi.

DMC berterima kasih kepada dermawan yang telah berbagi. Tak elok jika saya sebutkan satu per satu. Takut ada fitnah. Takut dibilang mereka cari panggung. Apalagi jelang Pilkada serentak, meski diundur hingga Desember 2020.

Dalam situasi pendemi Covid-19 kemanusiaan diatas segalanya. Lupakan warna bendera atau golongan. Yang dibutuhkan ketulusan. Saya yakin mereka yang dermawan itu hanya ingin berbagi.

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia,” demikian Rasullah bersabda. (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasanakan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

Berbagi bukan tentang seberapa besar. Bukan seberapa berharganya hal yang diberi. Namun, seberapa tulus dan ikhlasnya apa yang ingin Anda beri.

Seseorang yang senang berbagi akan menumbuhkan semangat optimistis dan menambah kekayaan jiwa. Dengan kata lain dia telah mampu menekan sifat egoisme dalam diri. Kebahagiaan tidak akan habis hanya karena Anda membaginya. Ketahuilah, kebahagiaan bertambah ketika Anda bersedia untuk berbagi.

Rahasia dari kebahagiaan adalah dengan banyak berbagi. Semakin sering berbagi kebahagiaan dengan orang lain, semakin damailah hidup kita.*
Suryansyah, Sekjen Siwo PWI Pusat

 157 total views

LEAVE A REPLY