Konyol, Pejabat Depok Pasang Foto di Baliho PSBB Tanpa Masker

0
608

www.depoktren.com–Para pejabat di Kota Depok serentak melakukan gerakan mendukung sosialisasi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan memasang baliho di jalan utama di Kota Depok. Namun, gerakan sosialisasi PSBB itu dikecam warga karena para pejabat memasang foto tanpa menggenakan masker dan dengan pose tersenyum.

Berdasarkan pantauan, setidaknya ada 2 baliho sosialisasi PSBB yang terpasang didepan check poin atau pemeriksan penerapan PSBB di pertigaan Jalan Siliwangi-Jalan Margonda yakni baliho sosialisasi PSBB dari Ketua DPRD Kota Depok, HTM Yusufsyah dan anggota DPRD Privinsi Jawa Barat, Imam Budi Hartono. Kedua foto pejabat tersebut tersenyum ‘tebar pesona’.

“Nggak pantes, nggak mendidik, pesan yang disampaikan nggak sesuai dengan foto yang dipampang. Sosialisasi yang menyesatkan. Eloknya, fotonya pakai masker, kan keren,” ujar Ketua Pembina Depok Media Center (DMC), Rusdy Nurdiansyah, Rabu (22/4).

Rusdy mengutarakan, pejabat itu jadi panutan dan contoh masyarakat. “Sebaiknya Satpol PP Kota Depok mencopot baliho tersebut, karena pesannya menyalahi aturan PSBB. Pesan itu tidak hanya tulisan, tapi penampilan foto juga mengandung pesan,” tuturnya.

Ketua LSM Publik Baru, Willy Purna Samadhi menegaskan, intinya sangat tidak etis disaat bencana pademi virus Corona (Covid-19) melakukan tebar pesona. “Pesannya nggak sampai, foto dengan isi pesan nggak nyambung. Jadi itu sosialisasi konyol dan nggak etis juga tebar pesona di saat bencana,” kritik pengamat sosial dan Politik ini.

Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna mengaku kalau dirinya juga disodorkan 10 titik untuk pasang baliho di Kota Depok dengan materi sosialisasi PSBB yang sama dengan foto tersenyum tanpa masker. “Untung saya cek dan saya minta agar foto saya menggunakan masker,” ungkapnya.

Menurut Pradi, sebaiknya sosialisasi PSBB itu pesannya harus dapat dipahami dan mudah dimengerti masyarakat. “Sebaiknya para pejabat harus memberikan contoh yang baik dan benar, sehingga pesan PSBB yang hendak disampaikan akan diikuti masyarakat. Nggak perlu pasang foto senyum-senyum disaat kita bersama sedang menghadapi pandemi virus Corona (Covid-19),” tuturnya.

Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/4/2020) mengungkapkan, pengguna kendaraan bermotor tanpa masker tercatat mendominasi catatan pelanggaran selama PSBB di Kota Depok, “Rata-rata pelanggaran pengguna jalan dengan tidak menggunakan masker dan sarung tangan,” ungkapnya.

Nah kan, gagal pesan kampanye sosialisasi PSBB itu. Mungkin masyarakat mengikuti foto para pejabat tanpa masker yang terpampang di baliho. (Papi Ipul/Wahyu)

 603 total views

LEAVE A REPLY