Kolombia Pecat Para Pejabat Militer Terkait Kasus Mata-Mata

0
58

www.depoktren.com–Kementerian pertahanan Kolombia mengumumkan pemecatan 11 pejabat militer dan pengunduran diri seorang jenderal, Jumat (1/5/2020). Pemecatan tersebut terkait penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap tuduhan bahwa tentara memata-matai wartawan, politisi, hakim dan anggota militer lain.

Kementerian pertahanan Kolombia tidak menyebutkan nama orang-orang yang diberhentikan atau jenderal yang mengundurkan diri itu. Jaksa Agung Kolombia membuka penyelidikan pada Januari setelah majalah berita lokal Semana menerbitkan artikel yang menyampaikan tentang tuduhan memata-matai itu.

Ada beberapa skandal peretasan yang melibatkan militer dalam beberapa tahun terakhir, termasuk tuduhan pejabat memata-matai beberapa perunding dalam pembicaraan dengan anggota kelompok pemberontak Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC), yang akhirnya mengarah pada sebuah perjanjian damai pada 2016.

Menteri Pertahanan Carlos Holmes Trujillo mengatakan keputusan untuk memberhentikan para pejabat militer dari tugas mereka dibuat berdasarkan dugaan tersebut. “Hari ini 11 pejabat akan dicopot dari jabatan mereka dan pensiun dari dinas aktif, juga seorang brigadir jenderal telah meminta untuk secara sukarela diberhentikan dari dinas aktif,” kata Trujillo pada suatu konferensi pers.

Pada Jumat (1/5/2020), majalah berita lokal Semana menindaklanjuti laporannya mengenai kasus mematai-matai tersebut dengan lebih detail, termasuk mencantumkan beberapa nama orang yang diduga menjadi korban. Laporan Semana menyebutkan akun milik lebih dari 130 orang, termasuk wartawan untuk media asing dan domestik, telah diretas dan informasi tentang kontak mereka, keluarga dan alamat dikumpulkan.

Namun, Reuters tidak dapat memverifikasi laporan itu secara independen. (Siska Thresia)

 58 total views

LEAVE A REPLY