PLN Tanggapi Keluhan Pelanggan, Tarif Listrik Tidak Naik

0
47

www.depoktren.com–PLN menanggapi serius isu lonjakan tagihan listrik yang dialami oleh sebagian warga menyusul diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi virus corona (Covid-19).

“Adanya peningkatan tagihan rekening listrik pada April disebabkan karena adanya selisih tagihan rekening di bulan sebelumnya. Jadi itu bukan kenaikan tarif,” ujar Executive Vice President Communication and CSR PLN, I Made Suprateka dalam siaran pers yang diterima depoktren.com, Rabu (6/5/2020).

Dia menambahkan, hal itu disebabkan PLN tertib melakukan kebijakan protokol physical distancing yang menyebabkan petugas catat meter tidak bisa mengunjungi pelanggan untuk melakukan pencatatan meter secara langsung.

“Untuk itu tagihan didasarkan pada perhitungan rata-rata penggunaan listrik tiga bulan terakhir (Desember, Januari, Februari),” terang Made.

Pada Maret, lanjut Made, masyarakat sudah melakukan PSBB sehingga terjadi kenaikan konsumsi listrik akibat banyaknya aktivitas pelanggan di rumah, hal ini menyebabkan terjadinya selisih antara jumlah penggunaan riil dengan pencatatan (yang didasarkan angka rata-rata selama tiga bulan). Selisih ini kemudian terakumulasi ke dalam rekening bulan april dan ditagihkan pada rekening Mei.

“Untuk tagihan Mei dihitung dari tagihan di bulan April yang ter-pending dikarenakan PSBB. Petugas PLN tidak melakukan pengecekan karena PSBB jadi perhitungan di bulan April itu berdasarkan dari rata-rata bulan Desember, Januari dan Februari,” jelasnya.

Menurut Made, pihanya memastikan tidak akan menaikan tarif listrik. “Kami pastikan bahwa PLN tidak akan menaikkan tarif listrik. Berdasarkan data kami, konsumsi daya di tingkat rumah tangga selama bulan Maret dan April memang cenderung meningkat akibat penrapan PSBB,” tegasnya

General Manager Unit Induk Distribusi Jakarta, Ikhsan Ahsaad mengutarakan, PLN telah merespons secara cepat pengaduan-pengaduan terkait tagihan listrik yang diterima melalui Contact Center PLN 123. Hingga Rabu (6/5), Khusus di DKI Jakarta, PLN telah berhasil menangani 2.200 pengaduan dari 2.998 pengaduan yg masuk. Tidak hanya itu, petugas di lapangan siap mendatangi rumah pelanggan apabila ditemukan ketidakwajaran tagihan.

“Kami berupaya dengan cepat dan tepat dalam menyelesaikan pengaduan yang ada, hingga saat ini lebih dari 73 persen pengaduan telah diselesaikan. Dari 2.200 yg sudah diselesaikan, 94 persen datanya sesuai dengan pemakaian pelanggan dibuktikan dengan stand meter pelanggan sesuai dengan data kWh meter PLN yang tertera disistem PLN,” terangnya.

Selain itu, lanjut dia, riwayat pemakaian listrik juga dapat dilihat melalui Aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh dari ponsel dan website www.pln.co.id. “Bagi pelanggan yang ingin melakukan pengecekan terhadap catatan pemakaian listrik bisa dilakukan melalui Aplikasi PLN Mobile, website www.pln.co.id, dan Contact Center PLN 123,” pungkas Ikhsan. (Siska/Rus)

47 total views, 2 views today

LEAVE A REPLY