Terkonfirmasi Positif di Depok.Sudah Capai 514 Orang

0
88

www.depoktren.com–Penambahan kasus Covid-19 di Kota Depok, baik kasus konfirmasi positif, Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih terus tinggi terjadi hingga saat ini.

Berdasarkan data yang dirilis Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Senin (25/5/2020), pasien terkonfirmasi positif bertambah 13 orang sehingga menjadi 514 orang dari sebelumnya 501 orang. “Sedangkan OTG saat ini berjumlah 1.619 orang, ODP sebanyak 3.694 orang dan PDP berjumlah 1.407,” ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris dalam siaran pers yang diterima depoktren.com, Senin (25/5/2020).

Idris menjelaskan, OTG, ODP dan PDP
masih terus terjadi hingga saat ini. Berdasarkan Kurva Epidemiologi berdasarkan waktu yakni bahwa penambahan kasus mulai meningkat sejak 14 Mei 2020 dan tertinggi pada 22 Mei 2020.

“Penambahan kasus terbanyak bersumber
dari hasil SWAB PCR tindak lanjut program rapid test yang yang digulirkan GTPPC Kota Depok dan pihak-pihak yang peduli dalam penanggulangan Covid-19,” jelasnya.

Dia melanjutkan, berkenaan dengan penularan secara transmisi lokal yang masih terjadi di Kota Depok, dari banyak kasus transmisi lokal, dapat digambarkan dua contoh penularan dari kasus 72 yang menularkan terhadap lima kasus yakni transmisi lokal terjadi dari case 72 menularkan case 145, case 154 dan case 161. Lalu, case 154 menularkan case 156 dan casw 179.

“Hal serupa terjadi pula pada kasus 111 yang menularkan terhadap tujuh kasus yakni transmisi lokal terjadi dari case 111 menularkan ke case 112, case 113, case 114, case 115 dan case 117. Sedangkan case 112 menularkan ke case 120 dan cade 121,” papar Idris.

Ditegaskan Idris, berdasarkan hal diatas, Kota Depok sangat rentan terhadap penularan antar warga masyarakat, khususnya yang kontak erat dengan kasus konfirmasi positif.

“Berkenaan dengan hal tersebut, Pemkot Depok telah menyediakan rumah sakit (RS) Isolasi bagi warga terpapar Covid-19 khususnya kasus konfirmasi positif yang lakukan isolasi mandiri, untuk dapat melakukan isolasi di rumah sakit, sehingga dapat memutuskan mata rantai penularan Covid-19,” tuturnya.

Pihaknya, lanjut Idris, mengimbau warga Kota Depok untuk lebih taat lagi mengikuti aturan yang diterapkan dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). “Penularan Covid-19 masih tinggi di Kota Depok. Jadi, mari kita ikuti ketentuan dalam PSBB dan protokol pemerintah agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Kota Depok,” pungkas dia. (Anandya Pradita)

 88 total views

LEAVE A REPLY