Kacau, Muncul Dua Pemenang Lelang Proyek Jalan GDC Senilai Rp 25 Miliar

0
1115

www.depoktren.com–Beginilah jadinya, kalau panitia pelaksanaan lelang di intervensi oleh oknum-oknum yang memiliki kekuasaan. Akibatnya terjadi tarik ulur dalam penentuan pemenang lelang. Dan, panitia lelang yang memiliki kekuatan independen pun dibuat tak berdaya oleh pemilik kekuasaan yang mengincar proyek-proyek bernilai puluhan miliar rupiah.

Bukan jadi rahasia umum lagi, proyek miliaran rupiah di Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menjadi bancakan tangan-tangan kekuasaan, bahkan tak terhindari menjadi benturan diantara penguasa saling berebut proyek.

Gambaran tersebut, setidaknya saat ini telah terbukti dengan munculnya dua pemenang lelang pada proyek peningkatan Jalan GDC Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) senilai Rp 25 miliar.

Pada Kamis 11 Juni 2020, keluar pengumuman pemenang di website lpse.depok.go.id yakni PT Struktural Precast Concrete Indonesia dengan harga penawaran Rp 22.751.806.000.

Namun, pada Senin 15 Juni 2020, pengumuman pemenang di website lpse.depok.go.id berubah menjadi PT Anggadita Teguh Putra dengan harga penawaran Rp 22.567.077.280.

“Serem permainan lelang Jalan GDC, jadi rebutan para penguasa,” kata salah seorang kontraktor yang tak bersedia disebutkan namanya yang disampaikan ke depoktren.com, Senin (15/6/2020).

Dia mengungkapkan, ada hal yang aneh dalam penentuan pemenang lelang sepertinya ada intervensi penguasa ke panitia lelang. Awalnya diumumkan yang menang PT Struktural Precast Concrete Indonesia. Tiba-tiba server down tidak bisa dibuka dari Jumat 12 Juni hingga Senin 15 Juni pukul 08.00 WIB. Pada pukul 09.00 WIB, website lpse.depok.go.id kembali normal, namun terjadi perubahan pemenang lelang di proyek Peningkatan Jalan GDC yakni PT Anggadita Teguh Putra.

Saat depoktren.com membuka lpse.depok.go.id muncul di layar paling atas Pengumuman Gangguan Teknis. “Muncul pemenang baru. Kacau, kayaknya panitia lelang sedang bermain. Kalau mau fair, lelangnya dibatalkan saja,” tegasnya yang menilai sejak dari dulu memang panitia lelang tidak independen, kerap di intervensi dan semua proyek sudah di ploting pemenangnya. “Percuma ikut lelang di Pemkot Depok kalau tidak dibecking kekuasaan,” ungkapnya.

Kepala Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Pemkot Depok, Indah Lestari Dewi membantah ada intervensi kekuasaan dalam menentukan pemenang lelang, terutama untuk proyek peningkatan Jalan GDC. “Nggak benar itu,” ucapnya.

Menurut Indah, munculnya dua pemenang karena sistem lpse.depok.go.id diserang hacker. “Sistem kami diserang hacker mulai dari Kamis 11 Juni sampai Jumat 12 Juni. Hacker tersebut mengacak-acak sistem kami dan sudah kami laporkan ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP),” terangnya.

Sebenarnya, ungkap Indah, pemenang lelang tidak berubah, hacker yang merubahnya. “Pada Kamis 11 Juni itu belum ada jadwal pengumuman pemenang. BLP nggak berwenang jika ada masalah dalam sistem LPSE,” ungkapnya.

Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Dadan Rustandi mengaku belum mengetahui adanya dua pemenang lelang yang diumumkan untuk proyek peningkatan Jalan GDC. “Waduh, saya saja baru tahu informasi ini. Saya berharap tidak ada masalah dan pelaksanaan pembangunan peningkatan Jalan GDC dapat segera dilaksanakan sehingga masyarakat dapat menikmati hasilnya, jalan yang selama ini rusak menjadi mulus,” harapnya. (Papi Ipul/Mulana/Rus)

 1,117 total views

LEAVE A REPLY