Diragukan Server SPSE Dihecker, Kontraktor Desak Lelang Ulang Proyek Jalan GDC

0
587

www.depoktren.com–Soal gangguan teknis yang disebabkan peretas (hecker) pada server Sistem Pengadaan Secara Elektronii (SPSE) hingga muncul dua perusahaan pemenang lelang proyek Jalan di Grand Depok City (GDC) mengundang beragam reaksi dari para kontraktor jasa konstruksi di Kota Depok.

“Biar fair dan agar tidak ada kecurigaan, sebaiknya lelang diulang. Kalau tidak, maka kami akan laporkan hal ini ke Mabes Polri dan Kejaksaan Agung bahwa ada kecurangan dan intervensi penguasa dalam menentukan pemenang,” kata seorang kontraktor yang tak bersedia namanya disebutkan, Rabu (17/4/2020).

Menurut dia, server di hecker itu hanya alasan saja. Peristiwa ini sangat memalukan. “Di hecker, itu hanya alasan saja, yang jelas ada intervensi penguasa di instansi hukum yang memang selama ini terkenal mengaku sebagai pemilik proyek. Tapi apapun juga itu suatu kecerobohan dan Pemkot Depok harus bertanggungjawab. Kalau emang di hacker sebaiknya tunjukan bukti-buktinya ke publik,” tuturnya.

Seorang kontraktor lainnya, Febian mengungkapkan, memang lelang di Kota Depok teraneh di dunia. “Lelang tersulit, yang jago lobby dan dibeckingin penguasa baru bisa menang. Muncul dua pemenang sangat mencurigakan, jadi sebaiknya diulang. Kalau tidak akan masuk ranah hukum,” tegasnya.

Fabian yang juga sebagai peserta lelang Jalan GDC mengungkapkan, persyaratan untuk ikut lelang di Kota Depok sangat berat. “Yang jelas kalau bukan jagoan penguasa, lelang yang kita ikuti dicari-cari kesalahan. Misalnya, salah ketik saja langsung digugurkan tidak ada diajak klarifikasi. Tidak mencantumkan diameter besi, tanpa klarifikasi sudah digugurkan panitia. Untuk ikut lelang itukan pakai duit jutaan, jelanya kecewa lah kalau kita digugurkan karena hal-hal yang sepele,” ungkapnya.

Mengenai di hacker, lanjut Fabian, kalau memang gangguan server SPSE karena ulah hecker harusnya mengacaukan server SPSE seluruh daerah di Indonesia karena server SPSE bersifat nasional yang berada di LKPP.

“Aneh kedengarannya kok hanya di Kota Depok saja yang kena hecker, padahal server SPSE terpusat secara nasional dan hanya berada di LKPP. Jujur aja BLP Depok,” tegasnya yang perusahaannya ikut sebagai peserta lelang Jalan GDC senilai Rp 25 miliar itu dan melakukan penawaran terendah.

Seperti diberitakan depoktren.com, muncul dua pemenang lelang pada proyek peningkatan Jalan GDC Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) senilai Rp 25 miliar.

Pada Kamis 11 Juni 2020, keluar pengumuman pemenang di website lpse.depok.go.id yakni PT Struktural Precast Concrete Indonesia dengan harga penawaran Rp 22.751.806.000.

Namun, pada Senin 15 Juni 2020, pengumuman pemenang di website lpse.depok.go.id berubah menjadi PT Anggadita Teguh Putra dengan harga penawaran Rp 22.567.077.280.

“Serem permainan lelang Jalan GDC, jadi rebutan para penguasa,” kata salah seorang kontraktor yang tak bersedia disebutkan namanya yang disampaikan ke depoktren.com, Senin (15/6/2020).

Dia mengungkapkan, ada hal yang aneh dalam penentuan pemenang lelang sepertinya ada intervensi penguasa ke panitia lelang. Awalnya diumumkan yang menang PT Struktural Precast Concrete Indonesia. Tiba-tiba server down tidak bisa dibuka dari Jumat 12 Juni hingga Senin 15 Juni pukul 08.00 WIB. Pada pukul 09.00 WIB, website lpse.depok.go.id kembali normal, namun terjadi perubahan pemenang lelang di proyek Peningkatan Jalan GDC yakni PT Anggadita Teguh Putra.

Saat depoktren.com membuka lpse.depok.go.id muncul di layar paling atas Pengumuman Gangguan Teknis. “Muncul pemenang baru. Kacau, kayaknya panitia lelang sedang bermain. Kalau mau fair, lelangnya dibatalkan saja,” tegasnya yang menilai sejak dari dulu memang panitia lelang tidak independen, kerap di intervensi dan semua proyek sudah di ploting pemenangnya. “Percuma ikut lelang di Pemkot Depok kalau tidak dibecking kekuasaan,” ungkapnya.

Kepala Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Pemkot Depok, Indah Lestari Dewi membantah ada intervensi kekuasaan dalam menentukan pemenang lelang, terutama untuk proyek peningkatan Jalan GDC. “Nggak benar itu,” ucapnya.

Menurut Indah, munculnya dua pemenang karena sistem lpse.depok.go.id diserang hacker. “Sistem kami diserang hacker mulai dari Kamis 11 Juni sampai Jumat 12 Juni. Hacker tersebut mengacak-acak sistem kami dan sudah kami laporkan ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP),” terangnya.

Sebenarnya, ungkap Indah, pemenang lelang tidak berubah, hacker yang merubahnya. “Pada Kamis 11 Juni itu belum ada jadwal pengumuman pemenang. BLP nggak berwenang jika ada masalah dalam sistem LPSE,” ungkapnya. (Papi Ipul/Mulana/Rus)

 587 total views

LEAVE A REPLY