Ada 568 Janda Baru di Depok, Terjadi Penurunan Angka Perceraian Selama Pandemi Covid-19

0
125

www.depoktren.com–Selama pandemi virus Corona (Covid-19), terjadi penurunan angka perceraian di Kota Depok. Berdasarakan data Pengadilan Agama (PA) Kota Depok, sejak awal Januari hingga Juni 2020 ada sebanyak 568 pasangan suami istri (Pasutri) bercerai. Dibandingkan pada 2019, ada 3.664 kasus perceraian Pasutri.

“Memang ini baru bulan Juni, tapi kalau dihitung rata-rata, hingga Desember 2020, angka perceraian nggak bakal sampai 3.000 Pasutri. Terjadi penurunan angka perceraian,” ujar Humas PA Kota Depok, Dindin Syarief di Kantor PA Kota Depok, Ahad (28/6/2020).

Menurut Dindin, pandemi Covid-19 juga berdampak pada Pasutri yang mengajukan pendaftaran perceraian. “Sehari, kami batasi hanya 20 pendaftaran saja. Ini dilakukan juga untuk mencegah kerumunan orang sebagai upaya mendukung Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam pencegahan penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Dindin mengungkapkan, sebanyak 568 Pasutri yang sudah resmi bercerai karena beberapa penyebab dan alasan. Penyebab paling banyak karena perselisihan dan pertengkaran terus-menerus atau perselingkuhan yakni ada 408 Pasutri. Disusul perceraian karena faktor ekonomi sebanyak 99 kasus.

Selain itu, terdapat perceraian akibat meninggal atau cerai meninggal yakni sebanyak 48 kasus. Lalu, perceraian karena Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ada empat kasus, murtad ada tiga kasus, kawin paksa ada dua kasus, cacat badan atau sakit ada dua kasus, karena mabuk ada satu kasus dan karena masuk penjara ada satu kasus. (Papi Ipul)

 125 total views

LEAVE A REPLY