Bukan Idris atau IBH, Pradi Sebut Sosok Ini Lawan Terbarat di Pilkada Depok

0
453

www.depoktren.com – Membangun Kota Depok perlu visi misi yang jelas. Tidak bisa sendiri. Butuh unsur lain. Terutama masyarakat yang punya investasi. Muaranya untuk kepuasan masyarakat.

“Saya ingin memberikan jawaban kondisi ril yang diinginkan masyarakat. Berbagi berkolaborasi bukan hanya slogan semata, tapi harus diwujudkan,” ujar Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna dalam acara Bincang Siang Bersama Wartawan Depok Media Center (DMC) di Garden Cafe Hotel Bumi Wiyaya Depok, Rabu (8/7/2020).

Dalam bincang santai dengan 40 wartawan dari berbagai media lokal dan nasional itu, Pradi menyatakan opstimis untuk maju pada Pilkada 2020. Pradi ingin Depok menjadi kota yang kreatif dengan membangun kreatif-kreatif center.

Bakal calon Wali Kota Depok yang diusung partai Gerindra dan PDIP Perjuangan itu bertekad meyulap Kota Depok menjadi kota yang modern dan berbudaya. Pradi menyebut soal pembangunan infrastruktur, hak pejalan kaki. pelayanan publik, dan jaringan optik yang terintegrasi dalam satu tempat.

Konsep membangun kota yang modern dan berbudaya menurutnya tentu tidak bisa bisa berharap sumber pada APBD saja. Berbagai sumber investment bahkan media harus dilibatkan.

“Konsep pertumbuhan dan pemerataan harus seimbang. Tapi yang utama adalah infrastruktur. Kalau Jakarta punya auto ringroad, kenapa Depok tidak?”

Jadi Pradi melanjutkan dirinya ingin membuat masyarakat merasa aman, nyaman, kondusif, dan menyegarkan. Bisa mengurai kemacetan yang acap menjadi perhatian masyarakat. Peyanan publik yang cepat berbasis IT.

Menyinggung soal peta politik di Depok saat ini, Ketua DPC Partai Gerinda Kota Depok itu mengatakan saat ini masih menyamakan persepsi atau pandang. Membangun komunikasi antar pimpinan. Dia mengatakan saat ini Gerindra dan PDIP sudah masuk pada tahapan persiapan tim pemenangan.

“Kami ibaratnya sudah berada di jalan tol, bukan lagi mencari kendaraan,” tuturnya.

Soal lawan yang dihadapi di Pilkada Depok Desember 2020 nanti, Pradi mengakui lawan terberatnya bukan incumben Mohammad Idris atau Imam Budi Hartono (IBH), kader PKS. Pradi mengatakan Idris jelas incumben, dirinya sudah tahu plus-minusnya. IBH dikatakan sahabatnya, pernah bertemu pada 2015 tapi dia tak dapat rekomendasi dari partai.

“Keduanya punya kans untuk direkomendasi. Yang berat itu bukan keduanya. Lawan yang berat adalah yang tidak kelihatan. Rama Pratama salah satu yang cukup berat. Dia aktivits 1998 dan pernah menjadi anggota DPR RI. Tapi, belom tahu kemampuannya, karena dia belum pernah memimpin,” Pradi menerangkan. (Nanda/Surya)

 453 total views

LEAVE A REPLY