Pradi Tak Ingin Seperti Daun Salam di Nasi Uduk

0
425

www.depoktren.com–Setelah mengunjungi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), kini giliran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Depok disambangi Pradi Supriatna.

Kehadiran Pradi disambut hangat oleh jajaran pengurus Muhammadiyah Depok yang diketuai Haji Idrus Yahya di kantor PD Muhammadiyah, Jl HM Usman, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Sabtu (11/7/2020).

Berbeda saat ke PCNU, di hadapan jajaran pengurus Muhammadiyah Pradi lebih terbuka dalam menyampaikan maksud dan tujuannya, termasuk memaparkan argumentasi politiknya untuk tampil di kontestasi Pilkada Depok 2020.

“Kami kesini ingin bersilaturahmi, sekaligus pula mohon izin dan minta doa restu dari para orangtua dan sahabat-sahabat kami di Muhammadiyah. InsyaAlloh saya akan maju di Pilkada Depok, bukan sebagai wakil lagi, tapi sebagai calon walikota,” ucap Pradi tegas, dan disambut riuh tepuk-tangan pimpinan persyarikatan Muhammadiyah tingkat Kota, Cabang dan Ranting.

Lantaran dirinya bukan ‘sosok asing’ di internal Muhammadiyah, dalam pertemuan tersebut Pradi pun diberikan ruang seluas-luasnya untuk menyampaikan (kerangka) visi-misinya sebagai bakal calon Walikota Depok periode 2020-2025.

Dipandu Sekretaris PD Muhammdiyah, Ali Wartadinata, secara gamblang Pradi memaparkan seabreg gagasan dan konsep pembangunan Kota Depok, mulai dari mengatasi kemacetan, perbaikan insfrastruktur, upaya meningkatkan kualitas dan sarana pendidikan, hingga membangun Depok sebagai kota modern yang berbasis teknologi.

“Siapapun orangnya kalo bicara visi misi pasti yang bagus-bagus, bukan yang jelek-jelek. Tapi kalo bicara konsep, kami punya konsep tersendiri, salah satunya konsep perbaikan sarana-prasarana yang konektivitasnya ke masyarakat akan jauh lebih efektif,” papar Pradi.

Dia menambahkan, dirinya dan pasangannya juga akan berupaya mewujudkan pemerintahan Depok yang ekstrovert, yang terbuka, lebih cepat, lebih produktif dan on the track.

Di bagian lain Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok itu pun menyatakan komitmennya untuk tidak melupakan pihak-pihak yang memberikan dukungan terhadap dirinya, sekecil apapun bentuk dukungan dan pengawalan akan selalu diingatnya.

“Saya tidak mau memainkan kepentingan sesaat. Datang disaat perlu aja, kalo urusannya selesai ditinggalin. Itu namanya nasib daun salam di nasi uduk. Kalo nasi uduknya belum matang, daun salamnya dicariin. Tapi kalo nasi uduknya udah matang, si daun salamnya dibuang. Saya gak mau seperti itu,” demikian Pradi.(amr)

425 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY