Tawuran Dimasa Pandemi, Polrestro Depok Ciduk 4 Siswa SMP

0
65

www.depoktren.com–Masih Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional dimasa pandemi Covid-19 dan pemberlakuan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), tapi siswa-siswa SMP di Kota Depok justru terlibat tawuran. Empat siswa SMP ditangkap aparat kepolisan Polrestro Depok karena terlibat tawuran pelajar dan melakukan pembacokan terhadap pelajar SMP lainnya di kawasan Jalan Artayasa Pacuan Kuda Limo, Kota Depok.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan, diduga kasus ini bermula dari adanya saling tantang dan saling ejek melalui akun media sosial (Medsos) dengan tujuan adu nyali.

“Para pelajar di Kota Depok kembali tawuran, bahkan dimasa saat pembelajaran melalui virtual (online). Seharusnya aktifitas pelajar di rumah masing-masing. Tapi dimasa seperti itu ternyata masih aja ada tawuran. Akibat adanya korban luka bacok, empat pelaku pelajar SMP kami tangkap,” ujar Azis di Mapolrestro Depok, Senin (27/7/2020).

Azis mengungkapkan, peristiwa tawuran terjadi di kawasan Pacuan Kuda Artayasa, Kecamatan Limo, Kota Depok pada Senin 20 Juli 2020 lalu. Akibat pertikaian itu, seorang siswa SMP swasta di Limo berinisial DP mengalami luka cukup parah karena terkena sabetan senjata tajam.

“Jadi ini semua diawali dari saling menantang melalui media sosial. Kemudian bejanjianlah mereka, bertemu dengan masing-masing kelompok. Terjadilah tawuran dengan menggunakan senjata tajam. Jatuh korban terkena bacokan,” jelasnya.

Keempat pelaku pelajar SMP yang ditangkap yakni GM (15), AW (15), DY (17) dan H (15) yang berasal dari siswa SMP swasta di Beji.

“Atas perbuatannya itu, para pelaku dijerat sejumlah pasal berlapis, di antaranya pasal 351, pasal 170 dan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 51 tentang senjata tajam. Untuk pasal 170 ancaman hukumannya lima tahun hingga 15 tahun. Namun karena para pelaku masih dibawah umur, maka tentu mekanisme hukumnya berbeda,” jelas Azis.

Selanjutnya, Azis meminta para pelajar untuk benar-benar serius belajar di rumah di saat pandemi Covid-19 dan meminta para orang tua untuk dapat mengawasi dengan ketat anak-anaknya di rumah.

“Kami tidak mentolerir adanya tawuran di Kota Depok, karena kita ingin menjaga generasi yang beradab. Kalau ada tawuran lagi, apalagi menimbulkan korban, maka itu kita akan lakukan tanpa ampun,” tegasnya. (Papi Ipul)

 65 total views

LEAVE A REPLY