Heboh Surat Perintah Tugas Wali Kota Depok, Begini Reaksi Pejabat

0
160

www.depoktren.com – Heboh Surat Perintah Tugas (SPT) yang ditandatangani Walikota Depok Mohammad Idris, Selasa (28/7/2020).

Surtat bernomor: 800/8301 BKPSDM itu bocor di Grup WhatsApp (WA) Depok Media Center (DMC). Disebutkan dalam surat tersebut kegiatan seminar dengan tema: Great Leaders- Great Team- Great Result.

Tempatnya di Aston Sentul Lake Resort Converence Center, Sentul, Bogor, Jawa Barat. Termasuk hotel mewah bintang 4. Kegiatan digelar Selasa (28/7/2020) pukul 16.00-18.00 WIB

Dalam surat perintah itu tertulis, nama yang tercantum tak boleh digantikan. Surat tersebut jawaban atas surat lembaga konsultan budaya organisasi SCB Consulting yang berada di Sawangan Lama, Kota Depok.

Yang menarik Mohammad Idris memerintahkan sejumlah kepala dinas hingga camat untuk hadir. Jumlahnya tercatat 42 nama pejabat di lingkungan pemerintah Kota Depok. Mereka adalah kepada dinas hingga camat.

Kontan kegiatan ini menuai sorotan sejumlah pihak. Banyak yang menterjemahkan kegiatan ini sebagai ‘kampanye terselubung’ menjelang tahapan Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) pada 9 Desember 2020.

Kebetulan Mohammad Idris akan kembali maju dalam Pilkada tersebut sebagai calon wali kota. Idris diusung Partai Keadilan Sejahtera atau PKS yang tergaung dengan Koalisi Depok Tertata, yakni Demokrat, PAN, dan PPP.

Menanggapi kasak-kusuk kegiatan tersebut, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok, Dede Selamet Permana mengaku, pihaknya akan segera menindaklanjuti kabar tersebut.

“Kami akan cek langsung ke sana dalam rangka memastikan isi acara tersebut sesuai dengan isi surat,” katanya.

Dede mengaku, pihaknya merasa perlu untuk mengawasi kegiatan tersebut karena dihadiri oleh salah satu petahana yang saat ini menjabat sebagai wali kota.

“Ini hal menarik dan jadi bahasan juga secara nasional, karena sangat dimungkinkan petahana melakukan manuver-manuver konsolidasi di luar wilayah Depok.”

Sementara itu sejumlah pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Depok membenarkan kegiatan tersebut di Sentul. Kepala BKD Nina Suzana mengatakan kegitan itu hanya untuk kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saja, tapi tidak ada materi dari Wali Kota Depok Mohammad Idris.

Menurut Kepala DLHK Depok, Ety Suryahati, itu hanya acara kedinasan biasa. Tidak ada berbau politik atau Pilkada. “Alhamdulillah kita dapat kesempatan ikut pelatihan kepemimpinan,” terangnya. (Surya)

.

 158 total views

LEAVE A REPLY