Penyebar Screenshot WA Bisa Dipidanakan

0
224

www.depoktren.com–Hati-hati menyebarkan isi percakapan dan screenshot percakapan via Whatsapp (WA). Tanpa seijin yang terkait dapat dipidanakan.

Dasar laporan yakni pelanggaran UU ITE dengan Ancaman Hukuman
pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2 miliar.

Jika di dalam screenshot percakapan via Whatsapp (WA) tersebut terdapat data pribadi seseorang (di antaranya nama, tulisan, dan/atau gambar yang dapat mengidentifikasikan seseorang), maka penyebaran percakapan tersebut melalui media elektronik baik yang dilakukan oleh pihak di luar percakapan maupun oleh pihak yang ada di percakapan harus dilakukan atas persetujuan orang yang bersangkutan. Hal ini diatur dalam Pasal 26 ayat (1) UU 19/2016 sebagai berikut:

Kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan, penggunaan setiap informasi melalui media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan Orang yang bersangkutan.

Menurut Penjelasan Pasal 26 ayat (1) UU ITE, persetujuan harus dilakukan karena dalam pemanfaatan Teknologi Informasi, perlindungan data pribadi merupakan salah satu bagian dari hak pribadi (privacy rights), dimana hak pribadi mengandung pengertian sebagai berikut:

Hak pribadi merupakan hak untuk menikmati kehidupan pribadi dan bebas dari segala macam gangguan.

Hak pribadi merupakan hak untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain tanpa tindakan memata-matai.

Hak pribadi merupakan hak untuk mengawasi akses informasi tentang kehidupan pribadi dan data seseorang.

Bagi pihak yang merasa hak-hak privasinya dilanggar, dapat mengajukan gugatan perdata atas kerugian yang ditimbulkan kepada pihak yang melanggar.

Sehingga, apabila dalam screenshot percakapan tersebut memuat identitas pribadi, maka hal tersebut sudah termasuk sebagai pelanggaran privasi, dan yang merasa dirugikan dapat menggugat.

Jika, pelaku selanjutnya ikut menyebarkan Scerenshoot WA dapat dipidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750 juta.

Adapun yang dimaksud dengan mendistribusikan, mentransmisikan, membuat dapat diakses orang laon menurut Penjelasan Pasal 27 UU 19/2016 adalah:

Mendistribusikan adalah mengirimkan dan/atau menyebarkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik kepada banyak Orang atau berbagai pihak melalui Sistem Elektronik.

Mentransmisikan adalah mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Eletronik yang ditujukan kepada satu pihak lain melalui Sistem Elektronik.
Membuat dapat diakses adalah semua perbuatan lain selain mendistribusikan dan mentransmisikan melalui Sistem Elektronik yang menyebabkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dapat diketahui pihak lain atau publik.

Dasar hukum:
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
[1] Pasal 26 ayat (2) UU 19/2016
[2] Pasal 48 ayat (1) UU ITE
[3] Pasal 51 ayat (2) jo. Pasal 36 dan Pasal 32 ayat (1) UU ITE
[4] Pasal 45 ayat (1) UU 19/2016 jo. Pasal 27 ayat (1) UU ITE
[5] Pasal 45 ayat (3) UU 19/2016 jo. Pasal 27 ayat (3) UU ITE
[6] Pasal 45 ayat (4) UU 19/2016 jo. Pasal 27 ayat (4) UU ITE
[7] Pasal 45A ayat (2) UU 19/2016 jo. Pasal 28 ayat (2) UU ITE
[8] Pasal 45B UU 19/2016 jo. Pasal 29 UU ITE
[9] Pasal 51 ayat (2) jo. Pasal 36 UU ITE

(Jon Wakatoni)

 224 total views

LEAVE A REPLY