Realistis, Farabi Ogah Bentuk Poros Tengah

0
655

www.depoktren.com–Ketua DPD Partai Golkar Depok, Farabi A Rafiq, enggan menerima ajakan berbagai pihak yang menginginkan partainya mewujudkan ‘Poros Tengah’ di kontestasi Pilkada Depok 2020.

“Cukup banyak yang menghubungi kami untuk membentuk poros tengah. Namun kami menyikapinya sangat realistis dengan mengacu pemetaan, data-data yang kami terima, serta hasil survei. Disimpulkan bahwa akan lebih menguntungkan (secara politis) apabila Golkar tidak ikut-ikutan membentuk poros tengah,” kata Farabi saat mendampingi bakal calon Walikota/Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna-Afifah Alia, menghadap pimpinan DPP Partai Golkar di kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (6/8/2020).

Kehadiran Pradi-Afifah diterima Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) wilayah Jawa Barat DPP Partai Golkar HM Qudrat Iswara, Anggota Mahkamah DPP Partai Golkar Dewi Asmara, dan Saidi yang mewakili Bappilu wilayah Jawa I (Banten-Jawa Barat-DKI Jakarta).

Diakui Farabi A Rafiq, penolakan terhadap poros tengah sempat memunculkan gejolak di internal partainya. Namun gejolak tersebut berhasil diredam dengan meminta elit Gerindra dan PDIP untuk bersama-sama mengatasinya.

“Kami meminta kawan-kawan di Gerindra dan PDIP agar dapat mengakomodir aspirasi barisan Golkar dan melibatkan mereka dalam tim inti koalisi. Selanjutnya kami juga akan membangun kesepakatan tertulis sebagai pengikat bergabungnya Golkar ke Gerindra dan PDIP,” ungkap Farabi.

Intinya, lanjut Farabi, selama ini Golkar Depok cukup nyaman dengan Gerindra dan PDIP. Komunikasi pun berjalan dengan baik, utamanya dengan Pradi Supriatna.

“Saya realistis tidak akan maju (di Pilkada Depok), dan saya juga enggan membentuk poros tengah. Namun penilaian dan keputusannya kami serahkan sepenuhnya kepada pimpinan di DPP Golkar,” demikian Farabi.

Mendengar ucapan Farabi serta sejumlah argumen politiknya terkait kondisi di Depok, Ketua Bappilu wilayah Jabar DPP Golkar Qudrat Iswara agak tercengang sekaligus berdecak kagum.

“Pak Farabi sangat rasional. Beliau tentunya sudah cukup lama menyikapi situasi dan dinamika politik di Kota Depok. Beliau pun telah legowo,” kata Iswara.

Usai mengapresiasi sikap politik Golkar Depok yang disampaikan Farabi, selanjutnya Qudrat Iswara mengagendakan pertemuan khusus dan tertutup dengan pasangan Pradi-Afifah.

“Kami diminta oleh pak Ketum Golkar (Airlangga Hartarto) untuk segera menyikapi Kota Depok. Atas ijin beliau, kami pun mengundang pak Pradi dan ibu Afifah hari ini,” kata Iswara.

Usai mengikuti pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar 20 menit, Pradi dan Afifah terlihat ceria dan sumringah saat keluar pintu ruangan. Namun keduanya enggan mengungkap hasil pertemuan tersebut.

“Mau tau aja. Pokoknya sip lah..,” ucap Pradi singkat.(amr)

 655 total views

LEAVE A REPLY