Covid-19 Butakan Mata Pemerintah

0
114

www.depoktren.com–Empat bulan lebih sudah Covid-19 menghantui kesehatan jutaan manusia di Indonesia, ribuan diantaranya telah mati sia-sia termaksud tenaga medis, aparat kepolisian, anggota TNI, ASN dan tak tanggung-tanggung awak media pun terkena imbasnya.

Jika mereka marah, siapa yang akan mereka salahkan? apakah tenaga medis yang tak sanggup menanganinya? kurang tegaskah aparat kepolisian? atau awak media yang tak menggencarkan sosialisasi tentang bahaya serta pencegahan Corona Virus Disease (Covid) 19.

Sesungguhnya tak ada yang dapat mutlat disalahkan, mengingat pandemi ini bukan ciptaan manusia.

Tetapi, mari kita tengok sedikit kinerja Pemerintah Pusat dan Daerah dalam pengantisipasiannya, apakah yang dilakukan Pemerintah kita saat dunia sedang gundah-gulana dengan virus corona?

Mengapa saat negara lain sedang berperang dengan corona, Pemerintah kita justru pasang badan seakan sudah mempersiapakan alat perang berikut amunisinya. “Yah benar kita kecolongan,” begitulah kaum muda menyebutnya.

Lalu yang sekarang terjadi adalah Pemerintah yang dimaksud malah kebingungan saat berada dalam peperangan.

Belum sempat melakukan penguncian daerah, sekarang beberapa daerah sedang menuju masa era new normal / adaptasi kebiasaan baru setelah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) itu berarti Pemerintah kita lebih memilih menyelamatkan ekonomi dibandingkan kesehatan rakyatnya.

Jika memakai perumpamaan, rumah sebuah keluarga mengalami kebakaran lalu didalamnya ada istri dan anak-anaknya, namun kepala keluarga lebih memilih menyelematkan laptop kerjanya (yang katanya sumber penghasilannya berasal dari situ), akhirnya si laptop dan pemiliknya selamat sedangkan, istri dan anaknya mati sia-sia.

Si laptop dan pemiliknya selamat, lalu pertanyaanya ketika laptop itu bisa menghasilkan uang untuk pemiliknya, maka akan digunakan untuk apa uangnya sedangkan anak dan istrinya sudah mati.

Seperti itulah gambaran Pemerintah kita saat ini, mengapa tidak dari awal saja menutup akses masuk Indonesia, itu secara alamiah si Jepang tak dapat mengantarkan virus yang berasal dari kalelawar ke 2 warga Depok yang kini jadi bahan bullying di media sosial.

Dari sekian paragraf diatas, saya ingin bilang saat Covid-19 masuk Indonesia, virus itu tak lupa hinggap dimata Pemerintah kita itulah alasan mengapa Pemerintah sekarang mengalami kebutaan.

Mari bersama kita sebagai rakyat yang kecil, mendoakan agar Pemerintah kita segera pulih dari kebutaannya.

Dalam sebuah agama yang diakui di Indonesia menyebut, doa orang lemah itu paling didengar oleh Tuhan.

By. Gerard Soeharly

 114 total views

LEAVE A REPLY