Kadisporyata Depok Awali Pondasi Rumah Budaya Tahap II

0
276

www.depoktren.com–Setelah merampungkan tahap pertama, kini Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) memulai pembangunan Rumah Budaya Depok tahap kedua.

Prosesi peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Wijayanto, di lokasi rumah budaya tahap II, Kp Rawa Denok, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Senin (10/8/2020).

“Dengan mengucap bismillah, saya awali pondasi rumah budaya ini. Semoga proses pembangunannya berjalan lancar,” kata Wijayanto, sambil menuangkan adukan semen ke sebuah lubang yang tertanam besi coran.

Sebelumnya Wijayanto mengapresiasi semangat KOOD dalam melestarikan dan mengembangkan budaya serta kearifan lokal Depok, salah satunya mendirikan rumah asli orang Depok tempo doeloe.

“Saya hadir kesini bertepatan dengan Hari Adat Internasional, dan seluruh negara merayakannya. Di Depok KOOD adalah organisasi yang sangat fokus mengurusi hal-hal yang terkait adat atau kebiasaan orang-orang asli Depok, termasuk seni budayanya,” kata Wijayanto, putra Betawi kelahiran Petamburan, Tanah Abang, Jakarta.

Dipaparkan Wijay, masyarakat adat merupakan pelaku utama yang memiliki keharusan dalam merawat dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal, dan KOOD sebagai perwakilan masyarakat asli Depok telah berupaya melakukannya.

“Peran KOOD cukup besar, tidak hanya sebagai perekat kebersamaan antar warga Depok, tapi juga sebagai pelestari budaya yang mandiri, berdaulat dan bermartabat,” ucap Wijay.

Di bagian lain, Wijayanto menyarankan agar KOOD tidak hanya mengurusi budaya benda (bangunan), namun juga melestarikan warisan budaya tak benda atau ‘budaya hidup’ filosofis yang saat ini nyaris tidak dipahami oleh regenerasi orang Depok.

“Sebaiknya KOOD membukukan ucapan-ucapan filosofis orangtua tempo dulu, agar nasihat yang sarat makna tersebut juga diketahui oleh bocah-bocah Depok di era sekarang,” demikian Wijayanto.

Destinasi Wisata
Di lokasi sama Ketua Umum KOOD, Haji Ahmad Dahlan, menegaskan organisasinya akan konsisten menjaga, merawat dan mengembangkan seni budaya yang diwariskan oleh para leluhur Depok. Salah-satunya adalah kultur dan bahasa sehari-hari masyarakatnya, serta bentuk bangunan rumah orang Depok tempo doeloe.

Tujuan didirikannya rumah budaya, kata Dahlan, selain diproyeksikan sebagai destinasi wisata dan sarana pembelajaran bagi siswa-siswi di Depok, juga untuk menjelaskan ke publik bahwa KOOD tidak sekadar mengklaim sebagai organisasi pelestari budaya, tapi juga dapat membuktikannya secara faktual berupa wujud bangunannya.

“Bagi warga Depok yang penasaran ingin melihat bentuk blandongan dan rumah asli orang Depok silahkan kesini, sekaligus melihat pernak-perniknya,” ujar Dahlan.

Dijelaskan pula, rumah orang asli Depok merupakan perpaduan suku Sunda dan Jawa. Berbeda dengan rumah panggung ‘Betawi Pesisir’ yang bentuk panggungnya lebih tinggi, seperti rumah Si Pitung. Juga tidak serupa dengan rumah ‘Betawi Darat’ seperti rumah jaman dahulu di kawasan Petamburan, Pasar Minggu dan Condet.

“Keluarga besar KOOD mengucapkan terima kasih kepada Kadisporyata, bang Wijayanto, yang berkenan meluangkan waktunya untuk meletakkan batu pertama pembangunan rumah budaya Depok tahap kedua,” kata Dahlan.

Selain Dahlan, seremoni peletakan batu pertama juga dihadiri Badan Pengurus Harian KOOD di antaranya Hajah Nina Suzana, Amiruddin, Jamhurobi, Syaiful Hidayat, Lamin, Haji Adin, serta perwakilan Dewan Pembina Sudadih, M Husein dan Haji Murasa, perwakilan pengurus KOOD Kecamatan Pancoran Mas Rihadi BS, Sari’ih, serta pengurus KOOD Kelurahan Rangkapan Jaya Baru Arief Qadarman dan Sabil.(amr)

 277 total views,  1 views today

LEAVE A REPLY