Mendagri Kesal, Petahana Tak Becus Tanggani Covid-19, Jangan Dipilih Lagi

0
301

www.depoktren.com–Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 menjadi momentum calon kepala daerah untuk beradu gagasan dan berpartisipasi dalam penanganan Covid-19. Dengan begitu, publik dapat memilih pemimpin yang punya perhatian terhadap pandemi Covid-19.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, masyarakat membutuhkan kepala daerah yang mampu menangani persoalan Covid-19 secara efektif.

“(Kalau) Kepala daerahnya tidak efektif menangani Covid-19, ya jangan dipilih lagi. Karena rakyat membutuhkan kepala daerah yang efektif, bisa menangani persoalan Covid-19 di daerah masing-masing, berikut dampak sosial ekonominya,” jelas Tito dalam konferensi pers di Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2020).

Dalam menghadapi tahapan pilkada yang telah dimulai kembali, Tito mengimbau masyarakat untuk mengkritisi upaya penanganan Covid-19 di daerah masing-masing.

Selain itu, penanganan dampak sosial dan ekonomi oleh kepala daerah juga bisa menjadi isu penting. “Misal ada daerah yang akan pilkada, dan petahananya ikut ternyata PSBB-nya berantakan, masih banyak orang berkerumun tanpa masker, tanpa jaga jarak,” tutur Tito.

Kondisi seperti ini menurutnya terjadi di Korea Selatan dan Amerika Serikat yang saat juga menggelar pemilihan umum. Sehingga, potensi kemunculan isu-isu primordial yang sering memecah belah masyarakat dan menimbulkan kerawanan pilkada bisa ditekan.

“Kepala daerah akan sangat bersungguh-sungguh, apalagi yang akan running (maju) lagi. Kenapa? Kalau daerahnya merah apalagi ada korban meninggal dunia itu akan menjadi amunisi bagi kontestan lain yang non petahana,” pungkas Tito.

Warga Kota Depok menilai Wali Kota Depok, Mohammad Idris tak becus melakukan penagganan penanggulangan Covid-19, bahkan bisa dibilang gagal. Saat ini, penyebaran Covid-19 semakin menggila.

Data terbaru perkembangan penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kota Depok cukup memprihatinkan. Selama tiga hari terakhir yang dilaporkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Depok, tercatat dengan angka tertinggi kasus positif Covid-19.

Total selama tiga hari sejak 15 Agustus hingga 17 Agustus terjadi peningkatan sebanyak 142 kasus Covid-19 yang tersebar di 11 kecamatan di Kota Depok.

Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok pada 15 Agustus 2020, terdapat penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 47 kasus.

Kemudian, pada 16 Agustus 2020 terjadi penambahan sebanyak 49 kasus. Dan pada 17 Agustus 2020 bertambah sebanyak 46 kasus.

Sementara itu, untuk jumlah pasien terkonfirmasi yang sembuh per 15 Agustus 2020 sebanyak 25 orang. Pada 16 Agustus 2020 sebanyak 10 orang, dan pada 17 Agustus 2020 tidak ada penambahan kasus kesembuhan.

Untuk kasus kematian karena Covid-19 di Kota Depok juga mengalami peningkatan. Pada 15 Agustus 2020 terdapat penambahan satu kasus kematian, pada 16 Agustus 2020 bertambah satu kasus dan pada 17 Agustus 2020 tidak terdapat penambahan kasus kematian.

Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Depok hingga 17 Agustus 2020 sebanyak 1.670, sembuh 1.150, dan meninggal dunia sebanyak 57 kasus.

Sedangkan Terkonfirmasi positif Covid-19 pada 19 Agustus 2020 bertambah 48 kasus. Sehingga totalnya menjadi 1.767 kasus. (Papi Ipul/Mastete)

 301 total views

LEAVE A REPLY