Pelaksanaan Pilkada Depok Wajib Jalankan Protokol Kesehatan, Cawalkot Wajib Tes Swab

0
49

www.depoktren.com–Perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Depok akan berlangsung pada 9 Desember 2020. Ada perbedaan yang cukup mencolok dalam tahapan hingga pencoblosan pada Pilkada saat pandemi virus Corona (Covid-19) yakni wajib menjalankan prorokol kesehatan.

Ketua KPU Kota Depok Nana Sobarna mengatakan pelaksanaan kampanye 2020 masih sama dengan metode kampanye pada pilkada sebelumnya. Hanya saja yang membedakannya adalah adanya penerapan protokol kesehatan untuk semua tahapan.

“Jadi Pilkada di saat pandemi Covid-19 ini kita betul-betul menerapkan protokol kesehatan, itu menjadi kunci utama yang membedakan dengan pilkada sebelumya. Ini tantangannya,” ujar Nana dalam acara Bincang Siang Bersama Wartawan di Depok Media Center (DMC), Kamis (27/8).

Dia mengutarakan, adapun pada saat masa Kampanye, pasangan calon masih bisa menggunakan metode pertemuan tatap muka, pertemuan terbatas, pemasangan alat peraga kampanye, penyebaran bahan kampanye, debat publik, kemudian kegiatan kampanye lainnya seperti rapat umum dan lain sebagainya. Methode Pilkada ini masih sama yang membedakan hanya harus menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Menurut Nana, untuk pasangan calon yang ingin mengadakan kegiatan pertemuan terbatas dengan menggunakan metode mengumpulkan orang dalam ruangan (indoor), ini harus benar-benar menerapkan protokol kesehatannya cek suhu, pakai masker, kemudian handsanitezer dan jaga jarak.

Selain itu protokol kesehatan disaat Debat Publik yang akan dilaksanakan, kalau dulu menggunakan pendukung masing-masing pasangan calon, kalau saat ini hanya orang orang tertentu saja yang bisa terlibat. Kemudian, protokol kesehatan disaat Rapat Umum atau dilapangan, itu masih boleh juga, asal kecamatan atau wilayahnya dalam kategori zona hijau.

“Protokol kesehatan itu yang akan menjadi objek pengawasan Bawaslu, selain itu dalam item kampanye, kami lebih cenderung mengupayakan virtual, seperti zoom meeting,” terang Nana.

Setelah kampanye, lanjut Nana, di TPS ada hal-hal yang berbeda walaupun mekanismenya tetap sama. “Kami akan melakukan C6 (Surat pemberitahuan untuk mencoblos/undangan) dengan mengatur durasi jam kedatangan memilih. Sebelum TPS dibuka akan dilakukan semprot desinfektan. Pemilih yang datang dengan tidak menggunakan masker akan diberikan masker dan sarung tangan. Di TPS juga akan ada ada jarak minimal satu meter, paku untuk alat coblos akan disemprot secara berkala, untuk penggunaan tinta saat ini dengan di tetes,” jelasnya.

Selain setiap tahapan pelaksanaan Pilkada wajib menjalankan protokol kesehatan juga semua calon wali kota dan wakil wali kota dalam tahapan tes kesehatan wajib menjalani tes Swab PCR. “Ada tambahan tes kesehatan bagi calon wali kota dan wakil wali kota pada Pilkada kali ini yakni wajib menjalani tes Swab PCR,” tegasnya.

Lanjut dia, jika ada calon wali kota dan wakil wali kota yang terkonfirmasi positif Covid maka harus menjalani isolasi mandiri di rumah atau di rumah sakit selama 14 hari. “Jika ada calon yang terkonfirmasi positif Covid-19, tetap bisa mencalonkan. Berdasarkan UU Pemilu, positif Covid-19 tidak serta merta menggugurkan hak pencalonan warga negara. Namun, jika positif Covid-19, kerugiannya tidak dapat mengikuti kampanye atau debat publik dengan tatap muka,” pungkas Nana. (Papi Ipul/Rus)

 49 total views

LEAVE A REPLY