KOOD ‘Diwarning’ Jangan Berpolitik

0
353

www.depoktren.com–Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) sebagai organisasi yang fokus mengurusi seni budaya dan bahasa lokal Depok ‘diwarning’ keras agar tidak tergiring ke pusaran politik pilkada. Pengalaman pahit tahun 2004 silam jangan sampai terulang kembali.

Hal itu ditegaskan oleh pendiri KOOD, Hajjah Ratna Nuriana, di acara ‘Madang Bareng Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna’ di Rumah Budaya Depok, Kp Rawa Denok, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Sabtu (29/8/2020).

“KOOD dihuni banyak warna. Orang-orang di dalamnya silahkan berpolitik, tapi jangan membawa-bawa organisasi KOOD,” ujar Ratna Nuriana, yang merupakan mantan anggota DPRD periode 1999-2004.

Diakui Ratna, saat ini KOOD sudah bangkit dari tidur panjangnya, dan KOOD perlahan mulai memperlihatkan eksistensi dan komitmennya dalam merawat dan memperjuangkan kearifan lokal Depok.

KOOD pun dinilai Ratna telah memunculkan regenerasi bertalenta yang diyakini tidak hanya memiliki kemampuan menggerakkan roda organisasi, melainkan pula dapat merawat budaya dan bahasa lokal yang merupakan warisan para leluhur Depok.

“Saya perhatikan KOOD saat ini melibatkan para milenial. Itu sangat bagus untuk menopang kinerja organisasi dan mempercepat maju dan besarnya KOOD di Kota Depok,” ujar Ratna.

Sebelumnya Sekretaris Umum KOOD, Hajjah Nina Suzana, juga mengingatkan barisan KOOD untuk berhati-hati dalam menyikapi event politik akbar, yaitu Pilkada Depok. Pasalnya, menurut Nina, memelihara keutuhan organisasi jauh lebih penting, ketimbang ikut-ikutan berpolitik praktis, terlebih sampai membawa ‘bendera’ organisasi KOOD.

“Silahkan berpolitik, tapi harus melepas baju KOOD dan jangan membawa nama KOOD. Kita harus menjaga marwah KOOD sebagai organisasi yang concern ngurusin seni budaya dan bahasa,” tandas Nina Suzana.

Dia menambahkan, yang tampil di Pilkada Depok adalah putra terbaik KOOD, yaitu Mohammad Idris dan Pradi Supriatna. Keduanya tercatat sebagai pengurus inti di KOOD, yaitu Ketua Dewan Pakar dan Ketua Dewan Pembina.

“Siapapun yang nantinya terpilih tentunya harus kita hormati, dan barisan KOOD tetap guyub dan kompak, serta selalu eksis memperjuangkan program-program kearifan lokalnya, terutama di bidang budaya,” kata Nina Suzana.

Bijaksana-Bijaksini
Sementara itu Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, merespons positif arahan tegas yang disampaikan Ratna Nuriana dan Nina Suzana. Menurut Pradi, di musim pilkada ini barisan KOOD memang seyogianya tidak menjadikan simbol organisasi sebagai alat untuk berpolitik.

“Kita harus pandai menyikapi berbagai hal, termasuk dalam urusan politik. Apabila salah menyikapi, dikhawatirkan organisasi ini bisa kubra alias bubar. Oleh karena itu sangat diperlukan pemimpin yang andal di organisasi, yang sosoknya bijaksana dan bijaksini,” kata Pradi.

Lantaran itu Pradi secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum KOOD, Haji Ahmad Dahlan, yang dinilainya berhasil memimpin KOOD dan mengomando barisannya agar tetap jejeg mengurusi seni budaya dan bahasa asli Depok.

“InsyaAllah KOOD akan selalu bersandar kepada misi organisasi, yaitu merawat dan mengembangkan budaya, seperti yang telah diperlihatkan oleh KOOD saat ini yaitu mendirikan rumah budaya Depok,” demikian Pradi.

Pada kesempatan tersebut, rumah budaya Depok menerima sumbangan kitab suci Alqur’an dari Ketua Pengajian Grup WA KOOD, Tuty Alawiyah.(amr)

 355 total views

LEAVE A REPLY