Widih, Ada Fenomena Baru, Banyak ASN Wanita Punya Suami Lebih Dari Satu

0
463

www.depoktren.com–Para suami punya istri Aparatur Sipil Negara (ASN) harus lebih waspada dan ketat menjaga pergaulan sang istri. Kalau tidak, bukan tidak mungkin sang istri punya pria idaman lain (PIL) yang akhirnya berujung ke jenjang pernikahan, baik secara resmi maupun diam-diam alias kawin sirih.

Nah, saat ini sudah jadi fenomena baru di kalangan ASN wanita memiliki suami lebih dari satu atau poliandri. Padahal jelas dalam agama Islam, poliandri itu hukumnya haram. Lalu bagaiman aturan pemerintah terkait poliandri.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB), Tjahjo Kumolo mengatakan poligami di kalangan ASN dilarang asal seijin istri dan atasan. Lalu bagaimana dengan aturan ASN wanita poliandri?.

“Ada fenomena baru pelanggaran yang dilakukan oleh ASN. Fenomena tersebut berupa ASN perempuan yang memiliki suami lebih dari satu atau poliandri,” ujar Tjahyo, di acara Peresmian Mal Pelayanan Publik (MPP) di Jalan Jenderal Sudirman, Solo, Jawa Tengah, Jumat (28/8).

Awalnya, Tjahjo menceritakan mengenai pengalaman dirinya selama satu tahun menjabat sebagai Menteri PANRB yang bertugas memutuskan memberi sanksi ASN yang melanggar disiplin.

“Jelas kalau masalah radikalisme terorisme sanksinya non job. Kalau tidak mau kami pecat. Yang kedua, ASN harus memahami area rawan korupsi, dana hibah, dana bansos, retribusi dan pajak. Yang ketiga, masalah narkoba, pemakai atau pengedar sanksinya pecat,” terangnya.

Selanjutnya, Tjahjo membeberkan mengenai pelanggaran ASN yang memiliki istri lebih dari satu. Pada zaman pemerintahan Presiden Soeharto, lanjutnya, ASN tidak boleh punya istri dua. Syaratnya berat. “Sekarang pun ASN mau nikah lagi syaratnya harus ada izin istri tertulis dan izin pimpinan, harus memenuhi dua syarat itu,” jelasnya.

Menurut Tjahyo, kasus poligami ASN berdasarkan atas aduan istri masih ada yang yang diberi sanksi non job, tetapi tidak dipecat. “Saya juga pernah memutuskan perkara pernikahan tetapi ASN wanita yang punya suami lebih dari satu. Ini fenomena baru, ini kan sesuatu hal yang repot kalau ada pengaduan dari suami yang sah dan didukung oleh pengaduan pimpinan. Ini tren baru, karena biasanya laporan yang masuk itu kasus poligami,” ungkapnya.

Lanjut dia, kasus tersebut hanya salah satu contoh. Dia menyebut, dalam satu tahun ini ada sekitar lima laporan kasus poliandri. Setiap bulan, Kementerian PANRB bersama Badan Kepegawaian Nasional (BKN) hingga Kementerian Hukum dan HAM menggelar sidang untuk memutuskan perkara pelanggaran ASN, termasuk masalah keluarga tersebut.

“Dalam memutuskan masalah keluarga, kami tidak mau hanya katanya, tidak mau pengaduan dari temannya. Harus ada bukti, harus izin suami atau sebaliknya. Tapi yang jelas, ASN pria poligami dilarang apalagi ASN wanita poliandri. Berat syaratnya,” pungkas Tjahjo. (Mastete)

 444 total views

LEAVE A REPLY