Depok Gelontorkan Rp 64 Miliar Tangani Covid-19, Tapi Hasilnya Ambyar

0
115

www.depoktren.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 64 miliar untuk penanganan virus Corona (Covid-19) di Kota Depok. Anggaran ini dipergunakan untuk melengkapi fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), menyediakan alat test Covid-19, sosialisasi dan mitigasi. Banyak buang uang, tapi hasilnya, ambyar. Tidak serius dan kurang tegas dalam penanganan pencegahan Covid-19.

Saat ini, seluruh kecamatan di Kota Depok terdapat puluhan pasien positif Covid-19. Jumlah total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Depok sudah sebanyak 2.132 orang dan yang meninggal sudah 76 orang.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Nina Suzana menjelaskan, saat ini Pemkot Depok memiliki RSUD Tipe C dengan ruang serta tempat tidur yang terbatas. Oleh karena itu, sebagian anggaran tersebut dialokasikan untuk memenuhi fasilitas yang dibutuhkan.

“Penanganan ini butuh dana besar. Belum lagi alat tes rapid dan PCR, Alat Pelindung Diri (APD), disinfektan dan lain-lain, itu semua dicover oleh anggaraan itu,” ujar Nina dalam siaran pers yang diterima depoktren.com, (30/8/2020).

Dia menjelaskan, anggaran yang sudah digelontorkan untuk RSUD Kota Depok jumlahnya sekitar Rp 15 miliar dan dibagi dalam beberapa tahapan. Begitupun untuk Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok yang jumlahnya lebih dari Rp 20 miliar.

“Belum lagi anggaran penanganan Covid-19 pada rumah sakit yang ditunjuk untuk penanganan atau isolasi, seperti RSUI, RS Bhayangkara Brimob dan lain-lain. Pastinya butuh anggaran besar,” jelas Nina.

Menurut Nina, besaran nilai yang telah digelontorkan Pemkot Depok tidak bisa dibandingkan dengan meningkatnya jumlah kasus positif. Mengingat, 60 persen warga Kota Depok merupakan komuter.

“Pemkot Depok sudah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka penyebaran Covid-19. Namun pergerakan atau mobilitas orang di Kota Depok yang umumnya para komuter, sulit dibatasi,” terangnya.

Dia menambahkan, mengingat, perkantoran dan fasilitas publik di tempat lainnya sudah beraktivitas normal, juga membuka kemungkinan untuk kasus penyebaran baru.

“Seperti beberapa kasus yang terjadi saat ini. Pasien yang terkonfirmasi positif merupakan imported cases yang ditularkan oleh anggotanya yang bekerja di Jakarta,” tutur Nina.

Lanjut Nina, pihaknya, meminta peran aktif masyarakat dalam mencegah meluasnya penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan menerapkan 3M yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak. “Saya mengajak masyarakat untuk bersama memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Lakukan 3M dimanapun dan kapanpun,” pungkasnya. (Papi Ipul)

 115 total views

LEAVE A REPLY