Merajalela, Jakarta Berlakukan PSBB Total, Perkantoran dan Tempat Hibuan Tutup

0
195

www.depoktren.com–Penyebaran virus Corona (Covid-19) semakin tak terkendali dan merajalela, Gubernur DKI Jakarta Anies Bawesdan akhirnya ‘menginjak rem’ dan akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total, mulai tanggal 14 September 2020.

Hal itu berdasarkan laporan tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 (GTPPC) DKI Jakarta, Rabu (9/9/2020) melaporkan kasus aktif di Jakarta bertambah sebanyak 215 dengan total kasus aktif mencapai 11.245 dan angka kematian mencapai total 1.347.

“Ada tiga faktor utama, yakni angka kematian akibat Covid-19 yang meningkat, jumlah kasus positif yang terus bertambah, dan angka keterpakaian ruang isolasi dan ICU Covid-19 yang semakin banyak. Jadi dari tiga data ini, angka kematian keterpakaian tempat tidur isolasi, keterpakaian ICU Covid-19 menunjukkan bahwa situasi pandemi di Jakarta ada dalam kondisi darurat,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Dampaknya, PSBB Total akan melarang warga berpergian tanpa keperluan, beribadah dari rumah, bekerja dari rumah dan belajar dari rumah. Seluruh kegiatan perkantoran akan dilakukan dari rumah dan akan ada 11 bidang esensial yang diperbolehkan beroperasi,” jelas Anies.

Dia menambahkan, 11 bidang non esensial yang izinnya dikeluarkan akan dievaluasi kembali. Seluruh tempat hiburan akan kembali ditutup. Kerumunan dan kegiatan yang mengumpulkan orang banyak dilarang.

“Tempat ibadah yang boleh dibuka hanya di level kampung atau komplek dan hanya boleh digunakan oleh warga setempat. Khusus tempat ibadah di zona merah atau wilayah dengan kasus tinggi tidak diperbolehkan buka,” tegas Anies.

Menurut Anies, saat ini ambang batas kapasitas rumah sakit untuk ruang isolasi dan icu sudah melampaui angka batas aman dan diperkirakan akan mencapai kapasitas maksimal di 17 September 2020 dan setelah itu akan fasilitas kesehatan DKI Jakarta akan kolaps.

“Selama 6 bulan terakhir kasus Covid-19 di Jakarta didominasi 50% kasus OTG dan 35% adalah kasus gejala ringan-sedang. Angka terkonfirmasi positif dan korban meninggal cukup banyak,” pungkasnya. (Mastete)

 195 total views

LEAVE A REPLY