Penanganan Masalah Gizi di Era Pandemi

0
32

www.depoktren.com–Pandemi Covid-19 merupakan masalah kesehatan yang berdampak pada seluruh sector, salah satunya ketahanan pangan dan status gizi jutaan orang di seluruh dunia. Menyikapi hal tersebut, maka Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), melalui Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat, menyelenggarakan seminar online berjudul “Gizi Untuk Bangsa IX: Penanganan Masalah Gizi di Era Pandemi.”

Seminar online ini merupakan salah satu bentuk kontribusi FKM UI bagi negara untuk melakukan percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia melalui edukasi. Seminar GUB dilakukan secara virtual pada Senin (7/9) dengan Dr. Rr. Dhian Proboyekti Dipo, SKM, MA (Direktur Gizi Masyarakat, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI) sebagai keynote speaker yang membahas tentang “Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Masalah Gizi di Era Pandemi”.

Penerapan Public Health and Social Measures (PHSM) yang dilakukan membuat petani dan industri makanan pokok terpaksa menutup sementara atau membatasi aktivitas guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Hal ini tentu saja mengganggu ketersediaan pangan di pasar terutama di perkotaan.

Direktur Gizi Masyarakat, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, Dr. Rr. Dhian Proboyekti Dipo, SKM, MA menjelaskan, penurunan masalah stunting yang prevalensinya masih tergolong tinggi tetap harus terus dilakukan di masa pandemi saat ini. Oleh karena itu, melalui arahan Presiden RI tentang percepatan stunting, ditetapkan sejumlah upaya yaitu, fokus penurunan stunting di 10 provinsi, diadakannya program perlindungan sosial, pelayanan kesehatan bagi ibu hamil maupun balita di puskesmas dan posyandu tetap berlangsung dan ditingkatkannya aspek promotif berupa edukasi, sosialisasi bagi ibu hamil dan keluarga untuk meningkatkan pemahaman pencegahan stunting.

“Penanggulangan stunting juga dilakukan melalui penguatan surveilans gizi di kabupaten/kota,” ujar Dhian dalam siaran pers yang diterima depoktren.com, Rabu (9/92020).

Dia lantas memaparkan bahwa pandemi Covid-19 juga membawa dampak pada pelayanan kesehatan di puskesmas. “Telah dilakukan modifikasi pelayanan gizi berupa, membuat grup media sosial secara daring, kunjungan rumah bagi sasaran berisiko, konseling melalui media virtual, edukasi masyarakat melalui berbagai media komunikasi, penggunaan buku KIA dilakukan secara mandiri dan pencatatan serta pelaporan tetap dilakukan,” papar Dhian.

Menurut Dhian, protokol pelayanan gizi pada masa pandemi Covid-19 juga telah disesuaikan untuk ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan remaja putri.

“Agar pelayanan posyandu tetap berlangsung, maka harus mengikuti prinsip, hari buka dan pelayanan mengikuti kebijakan daerah, daerah yang belum melaksanakan posyandu memprioritaskan kegiatan layanan kesehatan mandiri, menerapkan protokol kesehatan, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi serta hanya petugas dan pengunjung yang sehat yang datang pada hari buka posyandu,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, hadir pula para narasumber dari berbagai institusi seperti, Ir. Ahmad Syafiq, MSc, Ph.D (Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan FKM UI), Sugeng Eko Irianto, MPS, Ph.D (Sekretaris Jenderal DPP PERSAGI), dan Niken Salindri, S.Gz (Staf Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19), dengan moderator Dr. Ir. Diah Mulyawati Utari, M.Kes (Ketua Program Studi Gizi FKM UI).

Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan FKM UI), Ir Ahmad Syafiq, Ph.D menuturkan, peran profesi gizi juga tidak luput dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, yaitu mulai dari menjadi garda depan dalam perawatan akut, berperan besar dalam peningkatan keterampilan serta pelatihan ahli gizi bagian penyakit non-kritis untuk membantu dalam mengelola peningkatan jumlah pasien sakit kritis. Selain itu, membantu kelompok rentan melalui program edukasi makanan dan perilaku makan, mengidentifikasi kejadian isolasi sosial dan membantu otoritas lokal dengan pasokan makanan juga menjadi peran profesi gizi.

“Tidak hanya itu profesi gizi juga berperan dalam menyebarkan pesan kesehatan masyarakat, dan berkolaborasi dengan organisasi lain untuk meningkatkan kesadaran tentang masalah kesehatan masyarakat mulai dari menjaga pola makan yang sehat dan berolahraga yang cukup,” tuturnya.

Pj. Dekan FKM UI, Dr. dr. Sabarinah Prasetyo, M.Sc menyampaikan, gizi merupakan salah satu faktor penting yang diperlukan untuk menjaga imunitas tubuh dari penyakit ini.

“Asupan gizi yang adekuat penting untuk melindungi dari respons peradangan yang berlebihan terhadap infeksi Covod-19, mencegah evolusi infeksi menjadi penyakit parah atau bahkan selama Covid-19 dapat meningkatkan perbaikan terhadap kerusakan sel. Selain itu, asupan makanan yang bervariasi dan bergizi juga dapat meningkatkan imunitas tubuh terhadap infeksi,” terangnya.

GUB merupakan kegiatan tahunan sumbangsih alumni baru Program Studi S1 Gizi dan Magister Kesmas Peminatan Gizi FKM UI kepada masyarakat.

Selain menggelar seminar yang mengusung tema terkini bidang gizi, melalui GUB juga dipaparkan hasil penelitian mahasiswa Program Studi S1 Gizi dan Magister Kesmas Peminatan Gizi FKM UI.

Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi wadah bertukar pikiran dan pengalaman mengenai masalah gizi dan peran serta dari profesi gizi. Acara ini juga diharapkan mampu menjadi salah satu sumbangsih yang disuguhkan FKM UI untuk masyarakat dalam hal edukasi terkait serba-serbi asupan gizi selama masa pandemi Covid-19. (Siska Thresia)

 32 total views

LEAVE A REPLY