Imam Tak Lecehkan Afifah, Ada Salah Paham

0
849

www.depoktren.com–Calon Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono melakukan klarifikasi terkait testimoni Calon Wakil Wali Kota Depok Afifah Alia yang merasa dilecehkan. “Saya bilang, saya satu kamar dengan Afifah saja, cucu saya. Pak Idris (Wali Kota Depok, Mohammad Idris-red) dengar kok, saya bilang cucu. Nah, mungkin beliau (Bu Afifah-red) tidak dengar. Ada salah paham,” ujar Imam saat menghubungi depoktren.com untuk gunakan hak klarifikasi, Kamis (10/9/2020).

Dia melanjutkan, kalau dalam konteks pembicaraan ringan tersebut tidak menyebut bu Afifah. “Afifah itu cucu saya. Saya tidak menyebut bu Afifah. Mungkin yang terdengar beliau separuh saja, padahal ada lanjutan kalimat cucu saya, mungkin nggak kedengar.
Karena jarak duduk kita berempat berjarak, mungkin gak kedengar lanjutan ucapan kalimat saya yang menyebut nama cucu, Afifah itu artinya kesederhanaan,” terang Imam.

Menurut Imam, suasana jelang pemeriksaan kesehatan cukup tegang dan niatnya ingin mencairkan suasana agar menghilangkan kekakuan komunikasi sesama pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok. “Bu Afifah itu kan pendiam, saya berusaha mencairkan suasan. Saya dengan bang Pradi (Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna-red) juga ngobrol-ngobrol ringan sambil bercanda. Ya, kalau ada ucapan saya salah ditafsirkan, saya mohon maaf ke bu Afifah,” tuturnya.

Calon Wakil Wali Kota Depok, Afifah Alia yang juga Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kota Depok ini membuat testimoni di group WhatsApp (WA) Depok Media Center (DMC) karena mengalami pelecehan seksual verbal yang dilakukan oleh kandidat calon Wakil Wali Kota Depok yang diusung PKS, Imam Budi Hartono yang merupakan pasangan calon Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

Afifah yang menjadi pasangan Pradi Supriatna yang di usung Gerindra dan PDIP ini menceritakan pengalaman tidak menyenangkan soal pelecahan seksual terhadap dirinya itu yang terjadi pada saat hendak mengikuti pemeriksaan kesehatan RS Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat, Selasa (8/9/2020).

“Pak Imam Budi, dalam lontarannya mengatakan, bu Afifah sekamar sama saya saja, buat saya itu tidak pantas. Belum kenal, baru pertama kali bertemu, kok seperti itu,” ujar Afifah yang pengalamannya diceritakan di group WA DMC, Kamis (10/8/2020).

Afifah yang merupakan wakil ketua bidang perempuan dan anak PDIP kota Depok menjelaskan, bahwa yang disampaikan Imam termasuk dalam kategori pelecehan verbal. Itu terjadi di hari pertama, saat pihak RS Hasan Sadikin membagikan kamar isolasi untuk pasangan calon (paslon) Wali Kota-Wakil Wali Kota Depok, Pradi-Afiah dan Idris-Imam.

“Saat itu saya merasa geram namun memilih diam. Saya sadar posisi saya yang belum pernah menjabat apa-apa sebelumnya. Saya hanya warga biasa. Saya juga sudah dengar beberapa cibiran orang, perempuan kok berani-beraninya ikutan Pilkada kota. Saya yang sesama kandidat saja dengan entengnya dilecehkan oleh kandidat lain, karena saya perempuan,” tuturnya.

Atas apa yang dialaminya itu, Afifah akan berkonsultasi dengan penasehat hukumnya, apakah akan melanjutkan ke proses hukum atau memaafkan Imam. “Namun, saya berharap jangan ada lagi pelecahan seksual terhadap perempuan. Saya juga berharap, ke depan, para korban didukung untuk berani menyuarakan kasus yang dialaminya, jangan diam,” tegasnya.

Pengiat dan pembela perempuan dan anak Kota Depok, Ena Nurjanah mengaku ikut prihatin atas apa yang dialami Afifah dan apa yang diduga pernyataan pelecehan yang dilakukan Imam. “Patut jadi perhatian bersama. Kalau benar, saya berharap ini jadi cambuk agar tidak terulang lagi,” harapnya.

Menurut Ena, terhadap dugaan perkataan yang mengandung unsur pelecehan seksual, sekalipun itu dengan maksud candaan, yang dikeluarkan oleh calon pemimpin Kota Depok itu tidak etis, apalagi dikatakan kepada kandidat perempuan yang juga calon pemimpin.

“Seharusnya level calon pemimpin tidak melakukan candaan diluar batas kewajaran dalam sebuah relasi yang sehat. Belajarlah untuk menghargai kaum perempuan sejak berniat jadi calon pemimpin negeri ini,” pungkas Ena yang juga Ketua Lembaga Perlindungan Anak GENERASI. (Papi Ipul/Rus)

 848 total views

LEAVE A REPLY