Komnas Perempuan: Imam Telah Lakukan Pelecehan Seksual

0
167

www.depoktren.com–Kasus dugaan pelecehan Imam terhadap Afifah memasuki babak baru. Karena tidak ada niat baik Imam untuk minta maaf, pihak Afifah akhirnya melaporkan kejadian yang dialaminya ke Komnas Perempuan, Jumat (11/9/2020).

Komisioner Komnas Perempuan, Theresia Iswarini menegaskan, apa yang dilakukan calon Wakil Wali Kota (Wawalkot) Depok dari PKS, Imam Budi Hartono, dengan ucapan mengajak ‘sekamar saja’ ke calon Wawalkot Depok dari PDIP, Afifah Alia itu sudah masuk kategori pelecehan seksual.

“Apa yang dialami oleh Bu Afifah ini adalah pelecehan seksual ya dan perlakuan seksis terhadap perempuan. Ikut menertawakan cadaan seksual juga masuk kategori pelecehan,” kata Iswarini kepada sejumlah wartawan, Jumat (11/9/2020).

Dia menjelaskan alasan mengapa yang dialami Afifah sebagai pelecehan seksual, itu karena pernyataan Imam merendahkan Afifah yang merupakan calon perempuan.

“Pernyataan ‘sekamar dengan saya’ dan perilaku menertawakan itu adalah pernyataan dan aksi yang tidak pantas disampaikan kepada seorang calon perempuan karena merendahkan, melihat perempuan sebagai sekedar obyek candaan dan seksual semata,” jelas Iswarini.

Menurut Iswarini, ada dugaan ucapan Imam terkait kontestasi politik yang sedang berlangsung di Kota Depok dan meminta para calon tak menggunakan cara-cara yang merendahkan lawan politik.

“Hal ini diduga terkait dengan kontestasi politik yang sedang berlangsung dan karenanya kami minta untuk para politisi menahan diri untuk tidak menggunakan cara-cara yang seksis dalam pertarungan politiknya,” pintanya.

Komnas Perempuan mengingatkan para politisi untuk tidak menggunakan cara-cara merendahkan masing-masing lawan politik.baik seksualitasnya, tubuh, identitas perempuannya.

“Politisi harus menjaga proses Pilkada memberikan rasa nyaman kepada semua orang terutama untuk politisi perempuan karena setiap parpol sebenarnya berkepentingan agar kuota 30 persen perempuan terpenuhi,” terang Iswarini.

Calon Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono melakukan klarifikasi terkait testimoni Calon Wakil Wali Kota Depok Afifah Alia yang merasa dilecehkan. “Saya bilang, saya satu kamar dengan Afifah saja, cucu saya. Pak Idris (Wali Kota Depok, Mohammad Idris-red) dengar kok, saya bilang cucu. Nah, mungkin beliau (Bu Afifah-red) tidak dengar. Ada salah paham,” ujar Imam saat menghubungi depoktren.com untuk gunakan hak klarifikasi, Kamis (10/9/2020).

Dia melanjutkan, kalau dalam konteks pembicaraan ringan tersebut tidak menyebut bu Afifah. “Afifah itu cucu saya. Saya tidak menyebut bu Afifah. Mungkin yang terdengar beliau separuh saja, padahal ada lanjutan kalimat cucu saya, mungkin nggak kedengar.
Karena jarak duduk kita berempat berjarak, mungkin gak kedengar lanjutan ucapan kalimat saya yang menyebut nama cucu, Afifah itu artinya kesederhanaan,” terang Imam.

Menurut Imam, suasana jelang pemeriksaan kesehatan cukup tegang dan niatnya ingin mencairkan suasana agar menghilangkan kekakuan komunikasi sesama pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok. “Bu Afifah itu kan pendiam, saya berusaha mencairkan suasan. Saya dengan bang Pradi (Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna-red) juga ngobrol-ngobrol ringan sambil bercanda. Ya, kalau ada ucapan saya salah ditafsirkan, saya mohon maaf ke bu Afifah,” tuturnya.

Calon Wakil Wali Kota Depok, Afifah Alia yang juga Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kota Depok ini membuat testimoni di group WhatsApp (WA) Depok Media Center (DMC) karena mengalami pelecehan seksual verbal yang dilakukan oleh kandidat calon Wakil Wali Kota Depok yang diusung PKS, Imam Budi Hartono yang merupakan pasangan calon Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

Afifah yang menjadi pasangan Pradi Supriatna yang di usung Gerindra dan PDIP ini menceritakan pengalaman tidak menyenangkan soal pelecahan seksual terhadap dirinya itu yang terjadi pada saat hendak mengikuti pemeriksaan kesehatan RS Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat, Selasa (8/9/2020).

“Pak Imam Budi, dalam lontarannya mengatakan, bu Afifah sekamar sama saya saja. Lalu diikuti dengan tertawa dan Pak Idris juga ikut tertawa terbahak-bahak. Saya saat itu seperti sedang di bully. Buat saya itu tidak pantas. Belum kenal, baru pertama kali bertemu, kok seperti itu,” ujar Afifah yang pengalamannya diceritakan di group WA DMC, Kamis (10/8/2020).

Afifah yang merupakan wakil ketua bidang perempuan dan anak PDIP kota Depok menjelaskan, peristiwa itu terjadi di hari pertama, saat pihak RS Hasan Sadikin membagikan kamar isolasi untuk pasangan calon (paslon) Wali Kota-Wakil Wali Kota Depok, Pradi-Afiah dan Idris-Imam.

“Saat itu saya merasa geram namun memilih diam. Saya sadar posisi saya yang belum pernah menjabat apa-apa sebelumnya. Saya hanya warga biasa. Saya juga sudah dengar beberapa cibiran orang, perempuan kok berani-beraninya ikutan Pilkada kota. Saya yang sesama kandidat saja dengan entengnya dilecehkan oleh kandidat lain, karena saya perempuan,” pungkasnya. (Papi Ipul/Rus)

164 total views, 2 views today

LEAVE A REPLY