Dishub Depok Kejar Target Retribusi KIR

0
22
Petugas mengawasi kendaraan yang melakukan uji kendaraan umum di Tempat Uji KIR, Kali Mulya Depok , Jawa Barat, Senin (7/1/18). Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok menaikkan target pendapatan uji kendaraan angkutan yang semula Rp2,3 miliar menjadi Rp3 miliar. ANTARA FOTO/ Kahfie kamaru/ama.

www.depoktren.com–Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok targetkan retribusi pengujian kendaraan bermotor (KIR) senilai Rp 1.573.610.000 pada 2020.

Pelayanan KIR dibuka sejak 9 Juni 2020 dengan Standar Operasional Pelayanan (SOP) protokol kesehatan. Yaitu wajib masker, baik pemohon dan petugas, pembatasan jam pelayanan dan jumlah pemohon, penyediaan tempat cuci tangan. Hingga pengecekan suhu badan petugas.

“Targer tetap harus di capai walau situasi masih dalam pandemi Covid-19,” ujar Kepala UPT Pengujian Kendaraan Bermotor, Hadian Suryana, dalam siaran pers yang diterima depoktren.com, Kamis (17/9/2020).

Menurut Hadian, pihak UPT Pengujian Kendaraan Bermotor juga menerapkan nomor antrean bagi pemohon uji KIR kendaraan. Langkah tersebut untuk menghindari tumpukan pemohon. “Biasanya 120 pemohon kami layanan. Tapi kini tiap harinya kami batasi 80 pemohon. Hingga hari ini pemohon sudah antre hingga 15 Oktober 2020,” terangnya.

Dia menambahkan, pada 2019 pihaknya berhasil memenuhi kurang lebih 50 persen target retribusi dengan target total sebesar Rp 2.300.695.000. Kemudian tahun ini pihaknya juga telah melampaui target 50 persen dari total target yang dibebankan senilai Rp1.573.610.000.

“Animo masyarakat untuk uji KIR sebenarnya tinggi. Pada Maret 2020, kami juga menghapus denda keterlambatan karena pandemi Covid-19. Namun karena harus menghindari kerumunan harus membatasi jumlah pemohon setiap harinya,” jelas Hadian.

Lanjut Hadian, pihaknya akan berupaya maksimal dalam segi pelayanan kepada masyarakat. Tindakan tegas akan dilakukan bagi pemohon yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Kami juga melakukan upaya agar antrean berkurang. Kami melaksanakan tugas di luar jam kerja pada hari Sabtu. Namun itu khusus untuk uji kendaraan angkutan orang saja seperti angkot, mikro atau bis kecil, taxi atau mobil pemerintah yaitu pengangkut sampah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Depok,” pungkasnya. (Papi Ipul)

22 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY