BPS Depok Berhasil Data 64 Orang Tunawisma dan ODGJ

0
29

www.depoktren.com–Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok telah melakukan Census Night di sejumlah titik di wilayah di Kota Depok dan berhasil mendata 64 tunawisma maupun Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).

Ketua BPS Kota Depok, Mufti Swaghara mengatakan, pihaknya bersama Polres Metro Depok dan BPS Jawa Barat (Jabar) membagi tiga tim guna menyisir lokasi yang diduga menjadi tempat tinggal sementara tunawisma dan ODGJ. Tempat yang ditelusuri yaitu stasiun, terminal, pasar dan jalan umum.

“Setiap tim menyusuri tiga hingga empat kecamatan dan berfokus pada tempat yang sudah diduga terdapat tuna wisma dan ODGJ,” ujar Mufti, dalam siaran pers yang diterima depoktren.com, Ahad (20/9/2020).

Dia memaparkan, tim satu mendata di sekitar Stasiun Depok Lama, Stasitun Depok Baru, Terminal Angkutan Kota, Pasar Depok Jaya dan Pasar Citayam. Kemudian menyusuri Jalan Kartini, Jalan Arif Rahman Hakim dan Jalan Dewi Sartika.

Tim dua menyusuri Jalan Margonda, Stasiun Pondok Cina, Stasiun UI, Pasar Kemiri Muka dan Pasar Agung. Lalu tim tiga menyisir Pasar Cisalak, Pasar Pal, Terminal Jatijajar, Jalan Raya Bogor dan Jalan Raya Juanda. “Hasilnya berhasil di data 64 orang tunawisma dan ODGJ,” tegas Mufti.

Kepala Seksi Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok, Hilmiah menjelaskan, petugas yang melakukan pendataan dibekali Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, pelindung wajah, sarung tangan dan hand sanitizer. “Mengingat, pendataan ini dilakukan pada masa pandemi Covid-19 jadi harus melaksanakan protokol kesehatan yang ketat,” terangnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok, Nuraeni Wadayatti menagatakan, data yang berhasil dikumpulkan oleh BPS Kota Depok dapat diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok untuk dicatat dan dilakukan pembinaan.

“Kami dapat membantu untuk melakukan evaluasi dan identifikasi penduduk rentan. Kami akan menelusuri identitas penduduk tersebut. Khususnya yang sudah berusia 17 tahun ke atas, melalui identifikasi dengan data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK),” pungkasnya. (Papi Ipul)

 29 total views

LEAVE A REPLY