Imam Imbau Pendukung Tak Pasang Atribut di Pohon, Faktanya Bertolak Belakang

0
87

www.depoktren.com–Calon Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono mengimbau agar pendukung dan simpatisannya tidak memasang atribut atau Alat Peraga Kampanye (APK) di pohon.

“Saya mengimbau kepada pendukung dan simpatisan pasangan calon Idris-Imam selalu menjaga lingkungan dengan tidak menempel poster-poster kampanye di pepohonan,” kata IBH seperti di kutip dari depoknews, Selasa (22/9).

Dengan memasang atribut seperti banner menggunakan paku di pohon jelas menyakiti pohon. Sebab, pohon tersebut adalah mahluk hidup dan menganggu pertumbuhan pohon. “Kita tidak menanamnya, tapi dengan memasang tambang dan memakunya, dapat membuat pohon tersebut mati,” paparnya.

Tapi, faktanya, cukup banyak atribut paslon Idris-Imam terpaku di pohon-pohon di seluruh wilayah di Kota Depok, seperti di sepanjang Jalan Kalibaru dan Jalan Kalimulya.

“Miris, pepohonan menjadi korban perusakan untuk kampanye paslon. Perusakan tersebut dapat dilihat secara jelas dengan menancapkan spanduk pasangan calon dengan menggunakan paku,” ujar seorang warga Kota Depok, Andri.

Seorang aktifis lingkungan hidup, G. Tanjung menerangkan, terkait perusakan pohon oleh paslon, bahwa perusak pepohonan harus diberikan teguran keras kerena telah merusak lingkungan hidup. “Pohon juga mahluk hidup, apa jadinya kalo dipaku seperti itu. Lambat laun akan mati pohon itu,” ujar Tanjung seperti di kutip dari fokusdepok.com, Selasa (22/9).

Lebih lanjut ia katakan oknum tak bertanggungawab tersebut tidak memikirkan masa depan kebutuhan oksigen yang dihasilkan dari pepohonan yang tumbuh. “Kalo dipaku kan pohon bisa mati. Dengan matinya pohon tersebut, berkurang jumlah oksigen yang didapat manusia. Kaga mikir tuh orang yang maku spanduk dipohon,” tuturnya.

Dirinya berharap, penancapan alat peraga kampanye ke pohon dengan menggunakan paku harus ditertibkan oleh pihak yang terkait yakni Bawaslu Depok. “Harus ditertibkan dan segera di copot,” ucap Tanjung. (Udinese/Papi Ipul)

 87 total views

LEAVE A REPLY