Pradi Kunjungi Hutan Kota Sangga Buana

0
98

www.depoktren.com–Calon Wali Kota Depok, Pradi Supriatna takjub dengan Hutan Kota Sangga Buana yang dirintis oleh H Chaerudin, yang akrab disapa Babeh Idin saat berkunjung ke hutan tersebut yang berada di kawasan
di bantaran Kali Pesanggrahan, Kota Depok, Senin (28/9/2020).

Bagaimana tak takjub, berada di kawasan tersebut seolah-olah tak merasa berada di Kota Jakarta yang dikenal panas dan banyak hutan betonnya dan terasa benar-benar di hutan. Sebab, banyak pohon-pohon langka yang besar dan tinggi.

Kemudian juga rumpunan pohon bambu menambah hutan kota tersebut sejuk, tenang, dan indah.

Ditambah lagi Kali Pesanggrahan yang bersih membuat betah berlama-lama di hutan kota yang berlokasi di Jalan Karang Tengah Raya, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan itu.

Anehnya, di hutan tersebut terdapat pengolahaan sampah, namun bau sampahnya tak tercium.

Bang Idin mengelola sampah tersebut dengan cara dibakar pada sebuah tungku besar dan tertutup atau dapat disebut incinerator.

Padahal setiap harinya alat incinerator tersebut membakar sampah dalam jumlah banyak. Sebab, setiap harinya datang 10 truk mengangkut sampah dari dari Kali Pesanggrahan, Kali Krukut, dan Sungai Ciliwung.

Meski dibakar asapnya sedikit dan tak menyesakkan pernafasan. Sebab, asap tersebut telah direduksi oleh rumpunan pohon bambu yang tinggi menjulang.

“Metode pengolahan sampah ini tidak diakui oleh Wali Kota Depok saat ini, namun di Jerman diakui. Kenapa tidak bau dan asapnya tidak menyesakkan nafas, karena di hutan kota ini banyak tumbuh rumpunan pohon bambu,” jela Babeh Idin.

Pohon bambu memiliki banyak fungsi. Pohon bambu mampu menyerap racun-racun di tanah. “Begitu juga dengan daun-daunnya menyerap racun di udara,” ucap Babeh Idin.

Pradi yang turun ke lokasi dengan mengenakan baju batik, celana bahan berwarna coklat, dan sepatu sneakers berdecak kagum dengan kenyataan yang dilihatnya.

“Inilah tujuannya saya turun ke lapangan melihat secara langsung pengelolaan sampah. Jadi nantinya ke depan itu pengelolaan sampah berdasarkan masukan dari masyarakat, bukan keinginan pimpinan Kota Depok,” terang Pradi.

Menurut Pradi, ia telah memiliki program pengelolaan sampah. Baik itu untuk pengelolaan sampah jangka panjang dan jangka pendek.

Sebab itu, pengelolaan sampah yang dilakukan Bang idin dapat menjadi inspirasi untuk mengelola bantaran sungai menjadi wisata biologi dan dipadu dengan pengelolaan sampah.

Perlu diketahu bahwa Hutan Kota Sangga Buana seluas 120 hektare. Terdiri dari 42,8 hektare berada di wilayah DKI Jakarta dan sisanya berada di wilayah Depok dan Tangerang Selatan.

Gaji Karyawan Pengelolaan Sampah Sangga Buana Rp 7 Juta per Bulan

Selain konsep pengelolaan sampah Hutan Kota Sangga Buana yang ramah lingkungan, ternyata konsep tersebut membuat karyawannya mendapatkan gaji bulannya yang tergolong besar.

Rata-rata setiap bulannya mendapatkan pemasukan Rp 7 juta per bulan. Gaji karyawannya Rp 5 juta plus insentif Rp 2 juta.

Mereka mendapatkan upah sebesar itu lantaran sampah tersebut ada yang dibuat pupuk. Kemudian juga sampah hasil pembakaran dijadikan campuran pupuk.

Penasaran dengan hasil pengolahaan sampah, Bang Idin mengajak Pradi melihat lapangan futsal yang dibangun dengan memanfaatkan hasil sampah.

Bagian bawah lapangan futsal sintetis itu dilapisi sampah. Hasilnya luar biasa. Lapangan futsal tersebut laksana lapangan futsal bertaraf internasional.

Pradi pun menjajal lapangan futsal tersebut. Calon Wali Kota Depok mencoba menaklukan Bang Idin sebagai kiper.

Hanya dengan sekali tembakan keras ke pojok kanan atas gawang, Pradi berhasil menaklukan Babeh idin. (Hendra Agus)

 98 total views

LEAVE A REPLY