Pradi Pesan, Jangan Habis Manis Sepah Dibuang, Tetap Jaga Silahturrahmi

0
180

www.depoktren.com–Pepatah, abis manis sepah dibuang, mungkin kini yang dialami calon Wali Kota Depok, Pradi Supriatna. Namun, hal itu tidak akan dilakukannya kepada sahabat-sahabatnya, apalagi oleh warga Kota Depok yang telah berjuang bersamanya.

Pradi memang cukup dekat dengan warga Kota Depok dan tak pilih-pilih teman. Kenyataan tersebut membuat banyak komunitas-komunitas di Depok memberikan dukungannya kepada pasangan Pradi Supriatna-Afifah Alia (Pradi-Afifah).

Selain menyatakan dukungannya mereka juga akan bekerja keras memenangkan Pradi-Afifah di Pilkada Depok yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020.

“Saya tak akan melupakan warga Kota Depok yang berjuang untuk menciptakan Depok suasana baru. Ibarat masak nasi uduk pakai daun salam. Nasi uduknya mateng dan wangi, pas mau dimakan daun salamnya dibuang. Saya tidak akan melupakan teman seperjuangan,” ujar Pradi di hadapan perwakilan pekerja Depok dan Insan Olahraga Depok di Sukmajaya, Kota Depok, Rabu (30/9/2020).

Menurut Pradi, sebagai pimpinan di Kota Depok, Wali Kota Depok itu harus dapat menampung aspirasi warga Kota Depok tanpa pilih-pilih. “Wali Kota Depok itu harus bisa ditemui oleh masyarakatnya. Kemudian juga tidak boleh susah berkomunikasi dengan warganya. Kantor Wali Kota itu rumah rakyat, jadi harus siap melayani rakyat,” jelasnya.

Ditegaskan Pradi, dirinya siap melayani warga dari semua golongan, tak terkecuali juga kepada sahabat-sahabat saya yang saat ini di posisi berseberangan.

“Saya bukan tipe orang habis manis sepah dibuang. Saya pastikan tidak akan susah untuk bertemu. Saya akan membuka ruang dialog dengan warga Kota Depok, siapapun juga, begitu juga yang saat ini sedang berseberangan dengan saya,” tegasnya.

Dia menambahkan bahwa bila ia nanti terpilih jadi Wali Kota Depok, maka ia akan memerintahkan kepada semua instansi di Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

“Mereka tidak boleh susah ditemui warganya. Saya akan mendatangi masyarakat Depok, berdialog untuk mengetahui keinginan masyarakat. Susah ditemui itu tidak boleh terjadi,” tutur Pradi.

Pradi menyatakan bahwa Pilkada Depok bukanlah ajang untuk bermusuhan antarpendukung. Pilkada Depok itu merupakan ajang adu konsep dan adu visi misi dan tetap menjaga silahturrahmi.

“Saya pastikan, sahabat-sahabat saya yang sudah bertahun-tahun bersama saya, saat ini berseberangan tetap sahabat saya. Begitupun dengan para wartawan, semuanya sahabat saya. Saya wajib hukumnya selalu menjaga silahturrahmi, karena itu obat sehat dan panjang umur,” pungkasnya. (Bang Maul)

 175 total views

LEAVE A REPLY