Rektor UI: Bansos UMKM Cegah Inflansi dan ‘Banjir’ Barang Impor

0
17

www.depoktren.com–Penyaluran Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahap kedua, rencananya akan dilakukan pada Desember 2020. Diperkirakan 12-15 juta UMKM akan menerima BPUM senilai Rp2,4 juta dalam satu kali pemberian per pelaku usaha. Sisanya akan dilanjutkan pada tahun 2021. Sedangkan BPUM tahap pertama telah dilakukan pada September 2020 bagi 9,16 juta pelaku usaha.

“Total anggaran BPUM mencapai 36,2 triliun rupiah yang disediakan bagi 15 juta usaha mikro,” ujar *Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam seminar online bertajuk “Realisasi Dana Bansos UMKM Tersendat: Bagaimana Mengatasinya?” pada Rabu (7/10/2020) lalu.

Dalam seminar online tersebut, hadir pula Rektor UI Prof. Ari Kuncoro, S. E., M. A., Ph.D yang menyampaikan gagasannya berkenaan pengelolaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, bantuan UMKM ini sebenarnya cukup unik di dunia. Selama ini yang kita ketahui, jaring pengaman sosial adalah untuk rumah tangga, tapi kita melupakan bahwa sebagian dari rumah tangga tersebut bukan hanya konsumen, melainkan juga produsen.

“Melalui bantuan sosial bagi UMKM, maka diharapkan dapat memelihara rantai produksi untuk menghindari inflasi dan banjir barang impor. Bisa digunakan untuk membangun rantai produksi dalam negeri,” terangnya.

Dalam seminar tersebut, Wapres Ma’ruf Amin juga menyinggung perihal korporasi petani dan nelayan. Menurut Ma’ruf Amin, kehadiran korporasi ingin memberikan nilai tambah bagi pekerjaan yang dilakukan oleh masyarakat. “Korporasi menyatukan para petani dan nelayan agar tidak hanya terlibat di sektor produksi melainkan di sektor pengolahan, sehingga ada nilai tambah lainnya,” tuturnya.

Lanjut Ari, pemerintah harus memiliki peta sebaran UMKM di Indonesia. “Perekonomian Indonesia didominasi UMKM. Kini di tengah pandemi COVID-19, UMKM banyak terdampak usahanya. Kehadiran Bansos tidak hanya menggerakkan roda perekonomian, melainkan juga dapat meningkatkan inklusi finansial. Dengan mereka mendaftarkan diri ke perbankan, maka sistem produksi menjadi terdata,” jelas Ari yang merupakan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI.

Menurut Ari, UMKM bukan hanya sebuah kegiatan ekonomi melainkan juga sosial dan budaya. Dengan kepemilikan data UMKM, maka akan memudahkan melakukan data analytic, yang ke depannya dapat diolah dan dimanfaatkan untuk dikonsolidasikan guna menambah nilai manfaat dan menjadi contoh bagi negara lain di dalam pengelolaan UMKM. “Fenomena UMKM merupakan fenomena lokal/komunitas, sehingga diperlukan pendekatan berbeda-beda,” pungkasnya. (Siska Thresia)

 17 total views

LEAVE A REPLY