Bawaslu Depok Temukan 11 Pelanggaran Iklan Kampanye 2 Paslon

0
101

www.depoktren.com–Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020 sudah memasuki tahapan akhir kampanye. Dalam pelaksanaan kempanye yang diikuti dua pasangan calon (paslon) yakni paslon Pradi Supriatna-Afifah Alia (Pradi-Afifah) dan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono (Idris-Imam) ditemukan ada 11 pepanggaran iklan kampanye di media cetak dan media online (daring).

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok menemukan 11 pelanggaran iklan kampanye yakni paslon memasang iklan di media cetak dan daring di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU Kota Depok.

“Pelanggaran iklan kamapanye ini ditemukan di dua media cetak dan sembilan media daring,” ujar Ketua Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kota Depok Dede Selamet Permana dalam siaran pers yang diterima depoktren.com, Senin (12/10/2020).

Bawaslu Kota Depok juga menemukan delapan pelanggaran kepatuhan protokol kesehatan selama masa kampanye untuk periode 26 September hingga 4 Oktober 2020.

“Kami menilai masih ditemukannya iklan kampanye yg terpasang pada media masa baik cetak maupun daring, hal ini tidak lepas dari kurangnya sosialisasi regulasi tersebut oleh KPU Kota Depok. Terhadap pelanggaran Iklan Kampanye pada 9 media daring tidak sesuai jadwal, kami edang melakukan proses penanganan lebih lanjut,” jelas Dede.

Menurut Dede, pihaknya menindaklanjuti dugaan pelanggaran tersebut telah mengeluarkan dua surat peringatan tertulis kepada penyelenggara kegiatan yang melanggar protokol kesehatan, melakukan tindakan pencegahan terhadap kegiatan yang terlihat membawa anak-anak sebelum dimulainya acara, serta melakukan pemanggilan klarifikasi dalam proses penanganan pelanggaran ke media cetak.

“Terhadap ketidakpatuhan protokol kesehatam sudah dilakukan tembusan surat pemberitahuan dan akan melakukan imbuan kembali melalui para penghubung (LO) paslon agar mematuhi prosedur pelaksanaan kegiatan kampanye termasuk mematuhi protokol kesehatan, dan memaksimalkan Kampanye metode pertemuan dalam jaringan (daring) guna meminimalisir kerumunan massa melebihi 50 orang,” tuturnya.

Dia mengutarakan, pihaknya sejak 26 September 2020, beserta jajaran Panwas Kecamatan dan kelurahan melakukan pengawasan terhadap seluruh giat kampanye dua paslon.

“Jajaran Pengawas pemilihan melakukan pengawasan langsung, analisis dokumen dan investigasi dengan terlebih dahulu melakukan segala bentuk pencegahan dan sosialisasi terhadap hal-hal yang dilarang dalam pelaksanaan tahapan kampanye kepada paslon. Fokus pengawasan tahapan kampanye adalah memastikan kepatuhan peserta pemilihan tidak melakukan hal yang dilarang dalam pelaksanaan kampanye sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundang-undangan serta pelaksanaan giat kampanye berjalan dengan mematuhi standar protokol Covid-19,” jelasnya.

Pemetaan kerawanan pada tahapan kampanye merupakan bagian tak terpisahkan dalam perencanaan pengawasan kampanye. “Berdasarkan Hasil Pengawasan Kampanye periode 26 September hingga 4 Oktober 2020, terdapat 194 Kegiatan Kampanye yang tersebar di seluruh Kecamatan di Kota Depok,” pungkas Dede. (Papi Ipul)

 103 total views

LEAVE A REPLY