Politisi PKS Pertanyakan Depok Belum Miliki Masjid Raya

0
189

Keterangan foto illustrasi: Masjid Balai Kota Depok yang dibangun Pemerintah Kota Depok (Pemkot) Depok pada era kepemimpinan Wali Kota Depok, Badrul Kamal pada 2004 dengan nama Masjid Baitul Kamal. Pada masa Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail pada 2005, nama Masjid Baitul Kamal diganti menjadi Masjid Balai Kota Depok.

www.depoktren.com–Depok sebagai kota religius sudah seharusnya memiliki masjid raya yang sangat penting sebagai tempat ibadah dan sarana silahturrahmi serta menjadi kebanggaan masyarakat Kota Depok.

Nah, dalam rubrik Melawan Lupa, depoktren.com, Senin (12/10/2020) mengungkapkan beberapa berita yang pernah tayang mengenai keinginan, rencana dan program untuk membangun Masjid Raya Kota Depok yang bisa dijadikan ikon Depok Kota Relijius.

Di awali dari berita dari tokohkita.co pada 18 November 2019. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Depok, Amri Yusra yang merupakan salah satu kandidat Calon Wali Kota Depok mengatakan siap membangun masjid raya di Depok jika nanti terpilih sebagai wali kota Depok.

Menurut Amri, Depok sebagai kota religius yang masuk program unggulannya maka Kota Depok perlu masjid raya. “Program unggulan saya Depok kota religius, sama seperti saat ini. Hanya yang kurang dari kota religius adalah Depok belum memiliki masjid raya,” kata Amri, Senin (18/11/2019).

Sebelumnya, dalam Dialog Publik bakal calon wali kota Depok di Saung Mang Salim di Pasir Putih, Sawangan, Kota Depok, Sabtu (16/11/2019), Amri menyebut masjid raya sangat penting sebagai tempat ibadah dan syiar agama Islam masyarakat kota Depok. Selain masjid raya, Amri juga akan membangun Islamic Center yang representatif. “Masjid Raya dan Islamic Center. Keduanya sebagai ikon Depok kota religius,” ujarnya.

Sementara itu, Mansur, warga Bedahan, Sawangan mengatakan, sangat ganjil jika Kota Depok sebagai kota religius tapi tidak memiliki masjid raya. Pasalnya, masjid raya merupakan rumah ibadah yang dapat dipergunakan oleh umat Islam. “Kita kan kalau ke mana-mana, saat sedang dalam perjalanan pasti yang dicari pertama masjid raya untuk salat. Saya ke Tangsel ada masjid raya, ke Bogor ada masjid raya. Setiap wilayah ada masjid raya, ini di Depok, kita enggak punya,” tutur Mansur.

Mansur menambahkan, masjid raya Kota Depok sejatinya dibangun seperti kota lainnya, yaitu di alun-alun kota Depok. Hanya jika alun-alun kota Depok tidak memungkinkan untuk pembangunan masjid raya yang membutuhkan tanah luas, lokasi dapat dicari di area lain di Depok. “Mungkin bisa di Sawangan. Karena belum terlalu padat penduduk, masih banyak lahan kosong,” kata Mansur.

Mansur juga mengungkapkan, permintaan pembangunan masjid raya merupakan aspirasi dari masyarakat di Sawangan. “Aspirasi. Banyak yang minta. Saya hanya menyampaikan kepada bakal calon wali kota Depok,” tutupnya.

Rencana membangun masjid raya Kota Depok jug pernah diberitakan media Warta Kota 22 Februari 2017 yang bejudul Masjid Megah Pertama Akan Dibangun di Jalan Margonda. Tapi hingga kini, rencana pembangunan masjid tersebut tak kunjung terbangun karena kurang mendapat respon Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

Meskipun merupakan jantung utama Kota Depok, di sepanjang Jalan Margonda Raya, sampai kini belum dijumpai ada masjid besar dan megah, yang merepresentasikan atau menjadi ikon bahwa Kota Depok adalah kota yang relijius seperti yang didengungkan Pemkot Depok selama ini.

Namun, tak lama lagi, sebuah masjid 3 lantai, dengan gaya arsitektur Timur Tengah akan dibangun di sisi Jalan Margonda Raya, Depok. Tepatnya di seberang Kantor Wali Kota Depok atau di samping Mapolresta Depok.

Masjid ini akan menjadi masjid pertama yang ada di sisi Jalan Margonda, dan diklaim sangat megah sehingga akan menjadi ikon baru Kota Depok.

Masjid dibangun oleh PT KSO Griya Sarana Jaya Property, selaku pengembang Apartemen Grand Zamzam Towers, yang merupakan apartemen berkonsep Islami.

Beny Witjaksono, CEO PT KSO Griya Sarana Jaya Property, menuturkan pembangunan masjid 3 lantai itu direncanakan dilakukan awal 2018 mendatang dan selesai akhir 2018.

“Masjid 3 lantai dengan konsep arsitektur ala Timur Tengah di Jalan Margonda, akan mulai kita bangun setelah satu dari sembilan tower apartemen kami, selesai. Jadi sekitar 2018 kita mulai bangun,” katanya, Rabu (22/2/2017).

Menurut Beny, keberadaan masjid megah itu di sisi Jalan Margonda, berada tepat di gerbang masuk Apartemen Grand Zamzam Towers yang dikembangkan pihaknya.

“Saat ini belum ada masjid di sepanjang jalan protokol di Jalan Margonda ini. Karenanya kami akan membangunnya dan sudah mendapat dukungan Pemkot Depok,” katanya.

Ia mengatakan kemegahan masjid itu juga sebagai penanda bahwa apartemen Grand Zamzam Tower berkonsep islami, yang menjami bebas narkoba dan prostitusi. “Ini bisa menjadi ikon baru Kota Depok,” kata Beny optimis.

Meski berada di gerbang masuk apartemen, kata Beny, masjid tiga lantai bergaya Timur Tengah itu, tetap terbuka bagi siapa saja atau masyarakat umum. “Jadi tidak hanya untuk penghuni apartemen saja, tetapi masyarakat umum juga,” katanya.

Dari informasi di atas, faktanya memang Depok sebagai kota relejius belum memiliki masjid raya yang representatif sebagai saran ibadah dan silahturrahmi serta menjadi kebanggaan masyarakat Kota Depok. (Papi Ipul/Rus)

 190 total views

LEAVE A REPLY