Depok Targetkan Seluruh Sekolah Masuk Adiwiyata

0
11

www.depoktren.com–Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok menargetkan seluruh sekolah di Kota Depok bisa ikut dalam program sekolah berbasis lingkungan atau Adiwiyata. Berbagai upaya juga telah dilakukan, termasuk sosialisasi.

“Kalau tahun 2018, ada 89 sekolah yang terverifikasi masuk ke dalam Program Adiwiyata dan 2019 ada 15 sekolah yang masuk Adiwiyata Tingkat Provinsi. Untuk tahun ini, kami ingin delapan sekolah yang akan diverifikasi Oktober ini, lolos semua,” ujar Kepala DLHK Kota Depok, Ety Suryahati, di Kantor DLHK Kota Depok, Kamis (15/10/2020).

Menurut Ety, selain sosialisasi pihaknya juga memberikan pendampingan serta pembinaan kepada calon sekolah yang konsisten untuk ikut dalam program Adiwiyata. Pendampingan terus dilakukan mengingat tidak hanya fisik sekolah yang menjadi instrumen penilaian, melainkan juga dokumen dan administrasi lainnya.

“Sampai saat ini masih banyak sekolah yang konsisten ikut program Adiwiyata setiap tahunnya. Seperti SMAN 10, SMAN 5 dan SMAN 1. Bahkan, ada juga Sekolah Adiwiyata yang sudah masuk tingkat nasional yaitu SDIT Al Haraki,” ungkapnya.

Dia berharap, konsistensi ini bisa terus berjalan dan menular ke sekolah-sekolah lainnya. Dengan begitu, predikat sekolah Adiwiyata bisa bertambah setiap tahunnya. “Masyarakat di sekolah harus sadar, bahwa lingkungan yang bersih dan pola hidup yang baik dimulai dari kebiasaan,” terangnya.

Diutarakan Ety, upaya mewujudkan sekolah yang berbudaya lingkungan, terus dioptimalkan setiap sekolah. Namun, untuk menjadi sekolah berbasis lingkungan hidup atau Adiwiyata, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi.

“Pemerintah Pusat memiliki standar khusus untuk menetapkan suatu sekolah menjadi Sekolah Adiwiyata. Ada beberapa komponen yang menjadi perhatian dan penilaian pemerintah,” jelasnya.

Adapun, lanjut Ety, komponen yang harus dipenuhi sekolah antara lain adanya kurikulum atau pembelajaran di sekolah, ekstrakurikuler dan pembiasaan diri yang mengintegrasikan aksi penerapan lingkungan. Misal, kebersihan, pengelolaan sampah, penanaman dan pemeliharaan tanaman.

“Selain itu ada aksi konservasi air, konservasi energi dan inovasi terkait penerapan peningkatan kualitas lingkungan hidup lainnya. Sekolah wajib membentuk jejaring komunikasi, kampanye dan publikasi, membentuk dan memberdayakan kader Adiwiyata. Setelah semua sudah berjalan, sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, dewan pendidik, komite sekolah, peserta didik dan masyarakat, wajib melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan tersebut, sudah berjalan sebagaimana mestinya atau belum. Hal ini bisa jadi catatan, untuk perbaikan di kemudian hari,” jelasnya.

Dia menambahkan, untuk poin penilaian masih sama. Hanya saja, ada beberapa aturan yang sedikit berubah akibat pandemi Covid-19. “Dari mulai pemberkasan, kita lakukan secara online. Namun, monitoring dan evaluasi dilakukan secara langsung oleh tim provinsi dengan penerapan protokol kesehatan,” pungkas Ety. (Anandya Pradipta)

 11 total views

LEAVE A REPLY