Kurang Kerjaan, Kubu Pradi-Afifah Janjikan Berobat Gratis, Kubu Idris-Imam Sibuk Membantah

0
342

www.depoktren.com–Nggak kreatif dan informatif atau memang kurang kerjaan, kubu pasangan calon (paslon) Mohammad Idris-Imam Budi Hartono (Idris-Imam) sibuk membantah program andalan paslon Pradi Supriatna-Afifah Alia (Pradi-Afifah) yakni berobat gratis pakai KTP yang merupakan program kebaikan untuk rakyat.

Terlalu sibuk mengurusi dapur orang lain, kubu paslon Idris-Imam yang diusung PKS ini setiap hari berusaha mencari-cari banyak literatur kalau program berobat gratis pakai KTP nggak masuk akal dan melanggar aturan. Padahal PKS pada Pemilu 2019 lalu memiliki program yang lebih tidak masuk akal lagi dan bahkan mengarah ke pembodohan dan pembohongan publik yakni SIM gratis dan bebas pajak kendaraan. Faktanya, hingga saat ini program bombastis PKS tersebut tak terwujud dan tak dibicarakan lagi oleh PKS.

Paslon Pradi-Afifah menggelontorkan sejumlah program unggulan yang pro rakyat. Salah satunya adalah berobat gratis berbasis Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Afifah mengatakan ide tersebut bukan isapan jempol semata. Menurutnya, program berobat dengan KTP Depok bisa terealisasi sejak dulu, tergantung dari siapa pemimpinnya.

“Contoh Kota Bekasi yang sudah lebih dulu pakai program ini. Tinggal bagaimana kita. Mau merealisasikan atau tidak,” ujar Afifah Jumat (16/10/2020).

Ketua Baitul Muslimin Kota Depok itu mengaku, wacana itu muncul karena pihaknya sering kali mendengar keluhan warga yang tidak bisa berobat, karena tidak ada biaya. Sementara, banyak juga yang belum terdaftar BPJS. “Ini tentu jadi perhatian kami, bahwa kesehatan itu adalah hal yang sangat mendasar,” ucap Afifah.

Afifah menegaskan, semangat dari program ini adalah menyederhanakan pelayanan kesehatan yang kerap dikeluhkan banyak warga tidak mampu. Selain berobat gratis, masih banyak program yang bisa dijalankan saat bila Pradi-Afifah terpilih. “Jadi ibu-ibu jangan lupa ya, tanggal 9 Desember datang ke TPS pilih nomor satu,” ujar pasangan nomor urut satu tersebut.

Sebelumnya, Anggota DPRD Jawa Barat, Hasbullah Rahmad pun angkat bicara terkait munculnya program KTP untuk berobat gratis ini. Memang, lanjut dia, kalau untuk berobat gratis ada BPJS Kesehatan oleh pemerintah pusat. “Tapi jangan lupa, BPJS Kesehatan ini harus bayar iuran premi untuk kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 oleh yang bersangkutan (peserta) kecuali yang ditanggung oleh pemerintah (PBI),” terangnya.

Fakta Berobat Pakai KTP

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menegaskan, bagi penduduk Bekasi, untuk berobat kini tidak perlu kartu kuning (kartu sehat) lagi. Masyarakat cukup menunjukan KTP untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di rumah sakit (RS). Konsep itu telah ia lakukan pada 2019 lalu.

Sekdar diketahui, Layanan Kesehatan bagi Masyarakat dengan NIK Kota Bekasi pada Tahun 2020 dikeluarkan diperuntukan bagi

Penduduk Kota Bekasi yang telah terdaftar sekurang-kurangnya selama 6 (enam) bulan dalam Database Sistem Administrasi Kependudukan Pemerintah Kota Bekasi berbasis NIK diluar peserta JKN dengan status kepesertaan aktif dan peserta aktif Asuransi kesehatan lainnya.

Bayi yang baru lahir atau anak dari ayah dan atau ibu sebagaimana angka. Penduduk sebagaimana dimaksud angka 1 yang tidak dapat memenuhi kewajiban iuran BPJS Kesehatan non aktif karena pemutusan hubungan kerja atau ketidakmampuan ekonomi yang dibuktikan dengan data rincian tunggakan dari BPJS Kesehatan dan Surat Keterangan Tidak Mampu dari Dinas Sosial.

Warga Binaan Pemasyarakatan, Warga PMKS, Warga Panti, Tahanan Titipan Kepolisian dan Kejaksaan yang dibuktikan dengan Surat Rekomendasi dari Perangkat Daerah yang membidangi masalah sosial.

Sedangkan Layanan yang diberikan diantaranya:

1. Pelayanan kesehatan di seluruh Puskesmas Kota Bekasi
2. Pelayanan Rawat Jalan di Rumah Sakit atas dasar rujukan dari Puskesmas
3. Pelayanan Rawat Inap kelas III di Rumah Sakit.

(Bang Maulana/Rul)

 337 total views

LEAVE A REPLY