PKS Tegaskan Tidak Ada Kader Aktif yang Tak Dukung Idris-Imam

0
70

www.depoktren.com–Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada DPD PKS Kota Depok, Muttaqin Syafi menegaskan tidak ada kader PKS dukung selain bukan yang diusung PKS. “Tidak ada kader aktif PKS dukung selain idris-imam,” kata Muttaqin kepada depoktren.com, Sabtu (17/10/2020).

Seperti diberitakan depoktren.com, Kamis (15/10/2020) berjudul, Ngeri, Ratusan Mantan Kader PKS Depok Siap ‘Benamkan’ Idris-Imam. Sebanyak 500 orang mantan kader dan pengurus PKS Kota Depok siap ‘benamkan’ pasangan calon (paslon) yang di usung PKS, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono. Dari ratusan orang tersebut juga terdapat kader PKS yang masih aktif yang memilih mendukung paslon Pradi Supriatna-Afifah Alia (Pradi-Afifah) dengan alasan tidak suka atas arogansi dan kesombongan kepemimpinan Mohammad Idris selama menjadi Wali Kota Depok. Hal itu diungkapkan Ketua Bidang Humas DPD PKS Kota Depok, Bram Bontas.

“Sepengetahuan saya pak Bram sudah keluar dari PKS, karena bergabung dengan partai Baru Gelora. Jadi mereka yang tergabung dalam partai Gelora, bukan lagi Kader PKS dan itu berlaku secara otomatis tanpa harus ada proses pecat memecat dan pindah partai itu adalah hak semua warga Indonesia,” jelas Muttaqin.

Jadi, lanjut Muttaqin,.ketika kader suatu partai bergabung dengan partai lain, otomatis keanggotannya gugur dipartai lama. Berpartai ini seperti berkendaraan, kalau merasa sudah nggak nyaman tidak ada larangan untuk pindah kendaraan.

“Saya menghormati teman-teman lain yang tidak lagi bersama. Masuk syurga itu tidak ditentukan dipartai mana kita berada. Tapi salah pilih partai bisa membawa kita jauh dari syurga, karena partai dan lingkungan partai ikut membentuk prilaku dan kebiasaan kita,” tuturnya.

Menurut Muttaqin, yang namanya kader aktif itu kader yang aktif menggolkan program partai. Kalau dia menentang program partai namanya kader pasif, dia aktif dalam terminolgi lain.

“kader PKS memutuskan pilihan itu yang pertama berbasis ideologi, bukan emosi apalagi transaksional, jauhlah itu. Memilih karena hubungan perasaan dengan calon itu bukan type kader PKS. Perasaan itu urusan pribadi. Kader PKS tidak akan menjual ideologinya dengan emosinya,” pungkasnya. (Nopli Siregar)

 67 total views

LEAVE A REPLY