UI Inisiasi Pertemuan Peneliti UI dan Diaspora Indonesia untuk Tingkatkan Kolaborasi Riset

0
30

www.depoktren.com–Universitas Indonesia (UI) melalui Direktorat Riset dan Pengembangan (Risbang UI) menyelenggarakan seminar daring bertajuk “Penguatan Kolaborasi Riset Multidisiplin Internasional Menuju Riset dan Inovasi Kelas Dunia”, dengan pembicara kunci Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional RI Prof. Bambang Brodjonegoro, Ph.D.

Seminar yang diadakan pada Rabu (14/10/2020) bertujuan memperluas jejaring peneliti UI ke mancanegara, serta menjadi wadah untuk mempertemukan ide-ide riset antar peneliti UI dan diaspora Indonesia. Seminar ini dihadiri juga oleh Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris (Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI), Dr. Muhammad Aziz (Ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional/I-4) dan disaksikan oleh lebih dari 300 peserta yang berasal dari kalangan peneliti perguruan tinggi nasional, peneliti Indonesia di luar negeri dan peneliti UI sendiri.

Dalam pidato kuncinya, Prof. Bambang Brodjonegoro menyampaikan bahwa diaspora adalah engine of innovation, sehingga peneliti di Indonesia perlu menggandeng seluruh diaspora di yang berkiprah di luar negeri untuk memperluas jejaring kerjasama riset internasional. Hal ini diharapkan agar mutual collaboration dapat terbangun yang berujung pada peningkatan mutu dan kuantitas akademik dan ilmiah. Hasil-hasil inovasi yang dapat diandalkan juga diharapkan dapat tercipta dari kerjasama antara peneliti dalam negeri dan diaspora ini.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Wakil Rektor UI Prof. Abdul Haris bahwa peningkatan kualitas riset harus dibangun melalui kolaborasi riset internasional. Data capaian riset UI memperlihatkan bahwa produk riset dan inovasi hasil kolaborasi internasional memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap kinerja UI di bidang riset dan inovasi. Capaian tersebut dengan sendirinya dapat memberikan dampak yang positif pada pemeringkatan world class university.

Untuk memberikan ruang diskusi yang intensif, selain menggelar sesi pleno, seminar online ini juga dibagi menjadi 3 sesi paralel. Tiga sesi tersebut terbagi atas rumpun ilmu kesehatan, rumpun sains dan teknologi (saintek), dan rumpun sosial humaniora dengan menghadirkan enam pembicara dari berbagai negara. Pada rumpun ilmu Kesehatan, hadir sebagai pembicara yaitu Dr. Beben Benyamin (University of South Australia), dan Prof. dr. Amin Soebandrio, Ph.D. SpMK(K) (Fakultas Kedokteran UI). Sesi ini dipandu oleh Dr. Andriansjah (Risbang UI).

Berikutnya, pada sesi rumpun saintek, diisi oleh para pembicara yaitu, Dr. Fatwa F. Abdi (Helmholtz Zentrum Berlin, Jerman), dan Prof. Dr.-Ing. Nasruddin, M.Eng (Fakultas Teknik UI), dengan moderator Dr. Munawar Khalil (Risbang UI). Sedangkan untuk rumpun sosial dan humaniora, pembicara yang hadir adalah Dr. Etin Anwar (Hobart and William Smith College, NY, Amerika Serikat), dan Dr. Inaya Rakhmani (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI), dengan moderator Dr. Saraswati Putri (Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat UI).

Kolaborasi antar peneliti di lingkup nasional dan global juga dibahas dan dipaparkan oleh pembicara kunci ketiga pada webinar kali ini, yaitu *Dr. Muhammad Aziz* yang merupakan Ketua Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4). Ia memaparkan seluruh agenda kerjasama yang sudah dan akan dilaksanakan dengan seluruh diaspora di Indonesia. Dr. Muhammad Aziz juga mengangkat pembahasan perihal perlindungan dan penyertaan hak kekayaan intelektual regional, penciptaan instrumen keuangan untuk inovasi, dan harmonisasi regulasi penelitian sebagai beberapa manfaat dari terjadinya diaspora. Visi dan misi yang dimiliki oleh I-4 diharapkan dapat bersinergi dengan potensi di UI dan seluruh rekan peneliti di Indonesia.

Pada sambutan penutupnya, Direktur Riset dan Pengembangan UI, Dr. Dede Djuhana.menuturkan, “Diharapkan melalui seminar gagasan Risbang UI ini terbangun diskusi yang intensif untuk mendapatkan solusi atas kendala-kendala yang terjadi dalam kegiatan kolaborasi riset, sehingga mendorong diaspora Indonesia untuk meneliti dan bermitra dengan peneliti di Indonesia guna melahirkan invensi dan inovasi yang lebih baik dan bermanfaat bagi Indonesia dan dunia.” (Siska Thresia)

 30 total views

LEAVE A REPLY