1.838 Orang Penyandang Disabilitas akan Gunakan Hak Suaranya di Pilkada Depok

0
23

www.depoktren.com–Sebanyak 1.838 orang penyandang disabilitas dari 1.229.362 orang warga Kota Depok sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) akan menggunakan hak suaranya pada Pilkada Depok. KPU Kota Depok akan memfasilitasi para penyandang disabilitas untuk menggunakan hak suaranya saat pencoblosan yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020.

“Kami akan fasilisasi dan dipastikan sekitar 1.838 orang penyandang menggunakan hak suaranya di 4.018 Tempat Pemunggutan Suara (TPS) di 11 kecamatan di Kota Depok,” ujar KPU Kota Depok, Nana Shobarna di Kantor KPU Kota Depok, Rabu (2/10/2020).

Menurut Nana, KPU Kota Depok menjamin setiap orang untuk memberikan hak suaranya termasuk bagi penyandang disabilitas dan tentunya tetap dengan ketat memberlakukan protokol kesehatan.

“Para penyandang disabilitas akan disediakan sensorik netra, tuli serta pengguna kursi dan akan mendapatkan prioritas pelayanan dari petugas TPS. Selain itu, juga disiapkan fasilitas pendamping pemilih jika diperlukan oleh yang bersangkutan dengan menggunakan formulir C3 yang telah disediakan di semua TPS,” jelasnya.

Lanjut Nana, upaya menghindari adanya klaster Pilkada Covid-19 saat hari pencoblosan 9 Desember 2020, sebelum bertugas, para petugas di TPS akan melakukan rapid tes terlebih dahulu yang telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok dan Puskesmas se-Kota Depok.

“Kami juga memfasilitasi kegiatan rapid tes dan Alat Perlengkapan Diri (APD) untuk para petugas di TPS. Jumlah petugas TPS diKota Depok sebanyak 36.135 orang dengan rincian setiap TPS ada sembilan orang dan dikali jumlah 4.015 TPS,” terangnya.

Dia menambahkan, ada hal baru dalam Pilkada 2020 adalah memaksimalkan jumlah pemilih dari sebelumnya 800 orang/jiwa menjadi 500 orang/jiwa di setiap TPS. Termasuk pengaturan jadwal kedatangan pemilih ke TPS ada yang harus datang pukul 07.00 WIB hingga 09.00 WIB.

“Untuk menghindari kerumunan pemilih, kami juga mengatur waktu kedatangan dan membatasi jumlah orang yang ada di TPS yang diberlakukan bergiliran. Termasuk mensetrilkan lokasi TPS, kursi atau bangku dengan jaga jarak, pengecekan suhu tubuh, alat cuci tangan dan hand sanitizer serta disediakan sarung tangan bagi pemilih untuk mencoblos di balik suara serta menyiapkan dua hazmat di setiap TPS,” pungkas Nana. (Papi Ipul)

 23 total views

LEAVE A REPLY