Idris Dzolimin Warga, Jalan Masuk Rumah Dipagar, Dituntut dan Kalah

0
856

www.depoktren.com–Masih ingat kah dengan kasus Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang heboh karena dengan teganya menutup akses jalan menuju ke rumah seorang warga pada April 2018 lalu.

Waktu itu, Bagian Asset, Badan Keuangan Daerah (BKD) Pemkot Depok berdasarkan surat berita acara yang ditandatangani Wali Kota Depok Mohammad Idris secara bersama-sama dengan seorang RT, Salman Al Farizi dinilai telah mendzolimin seorang warga Edy Syair yang jalan akses masuk rumahnya di pagar.

Sebelum di pagar

Menurut Edy, lahan akses jalan tersebut merupakan untuk peruntukan lahan fasilitasi umum (fasum) yang semula berupa jalan dirubah menjadi taman melalui surat berita acara yang ditandatangani Wali Kota Depok Mohammad Idris.

Edy merasa dirugikan dengan tidak memilik akses jalan menuju lahan kebun dan rumahnya. Jalan tersebut sudah dibangun taman dan dengan ‘tega’ pintu masuk lahan kebun dan rumah dipagari di Kompleks Perumahan Mampang Indah Dua, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Sudah dipagar

Menurut Edy, pembangunan pagar yang menutupi jalan masuk tersebut diduga tak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Saya sudah berusaha untuk menyelesaikan secara musyawarah dan berkirim surat ke Wali Kota Depok mencari keadilan dan mengadu atas kezoliman yang saya alami, tapi tak dapat respon, itulah yang akhirnya saya memutuskan untuk mengugat ke Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung (MA) untuk mencari keadilan,” ujar Edy kepada depoktren.com, Selasa (27/10/2020).

Diungkapkan Edy, ada enam pihak yang digugat olehnya terkait perkara tersebut. Alasan Edy menggugat Wali Kota Depok karena telah menerbitkan Tambahan Berita Acara tanggal 05 September 2017, Nomor 593/3009/BA.PSU/BKD/IX/2017, yang isinya mengubah jalan umum menjadi taman.

“Saat taman dibangun dan pagar dibangun yang menutupi jalan masuk ke lahan kebun dan rumah, saya tak pernah diajak berdialog. Sekarang saya tidak bisa masuk ke lahan kebun dan rumah. Saya ngga tahu, apakah taman dan pagar setinggi 3 meter dan sepanjang 18 meter itu dibangun Pemkot Depok atau bukan. Tapi yang jelas di lahan taman ada plang taman berlogo Pemkot Depok,” ungkapnya.

Menurut Edy, lahan akses jalan tersebut masuk fasilitas umum sebagai jalan umum yang tertuang dalam Surat Berita Acara Nomor 593/2377/BA.PSU/DPPKA/XI/2015 tanggal 24 November 2015 tentang Pernyataan Perolehan Aset Atas Prasarana, Sarana dan Utilitas Perumahan dan Pemukiman Perumahan Mampang Indah Dua Kelurahan Rangkapan Jaya dan Kelurahan Mampang Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok.

Selain itu, dalam peta lokasi di sertifikat tanahnya juga menggambarkan jalan masuk ke lahan kebun dan rumahnya. “Begitulah. Padahal 11 tahun gonta-ganti RT nggak ada masalah. Ketika RT nya pejabat tinggi, Salman tergugat 3 sekarang dubes, eh jalan dicaplok. Jadi tandem Wali Kota Depok Mohammad Idris dan Duta Besar, Salman Al Farizi yang mendzolimin dan menjahati saya,” tegas Edy.

Jalan masuk di pagar dan jadi taman

Lanjut Edy, berdasarkan putusan MA Nomor 562/K/Pdt/2020 yang diketuai Majelis Hakim Yakup Ginting C.N M.Kn telah memeriksa perkara perdata pada tingkat kasasi memutuskan, mengabulkan gugatan pengugat untuk keseluruhan dan menyatakan secara hukum tergugat telah melawan hukum menutup jalan akses ke rumah pengugat. Selanjutnya menghukum para tergugat untuk membongkar pagar, tanaman, pohon dan lain-lain yang menutup akses jalan ke rumah pengugat.

“Saya minta Pengadilan Negeri (PN) Depok untuk segera melakukan eksekusi putusan MA tersebut,” tegas Edy. (Papi Ipul/Bang Maul/Rus)

 859 total views

LEAVE A REPLY