Pemkot Depok Bantah Telah Pagar Akses Jalan Warga di Mampang Indah Dua

0
73

www.depoktren.com–Kepal Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok, Nina Suzana membantah kalau pihaknya yang melakukan pemagaran akses jalan ke rumah seorang warga yang menggunakan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) Perumahan Mampang Indah Dua, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Bantahan tersebut dilakukan sekaligus klarifikasi atas berita berjudul Idris Dzolimin Warga, Jalan Masuk Rumah Dipagar, Dituntut dan Kalah yang tayang di depoktren.com, Selasa (27/10). “Itu yang pager bukan Pemkot Depok tapi warga,” kata Nina saat menghubung depoktren.com, Selasa (27/10).

Menurut Nina, rumah yang di pagar warga tersebut milik seorang warga bernama Edy Syair yang menggunakan akses jalan fasos fasum Perumahan Mampang Indah Permai.

“Rumah dia, jalan masuknya bukan dari Perumahan Mampang Indah Dua. Dia bukan penghuni kompleks perumahan, cuma dia pengen punya akses jalan dari perumahan itu, tapi nggak ada basa-basi sama warga perumahan, sehingga warga perumahan menolak,” jelas Nina.

Seperti diberitakan, Edy menuntut sejumlah warga Perumahan Mampang Indah Permai dan Wali Kota Depok, Mohammad Idris atas di pagernya akses jalan masuk ke rumahnya. Tuntutan diajukan ke Pengadilan Negeri Depok, Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Barat hingga Mahkamah Agung (MA).

Ada enam pihak yang digugat olehnya terkait perkara tersebut. Alasan Edy menggugat Wali Kota Depok karena telah menerbitkan Tambahan Berita Acara tanggal 05 September 2017, Nomor 593/3009/BA.PSU/BKD/IX/2017, yang isinya mengubah jalan umum menjadi taman.

Berdasarkan putusan MA Nomor 562/K/Pdt/2020 yang diketuai Majelis Hakim Yakup Ginting C.N M.Kn telah memeriksa perkara perdata pada tingkat kasasi memutuskan, mengabulkan gugatan pengugat untuk keseluruhan dan menyatakan secara hukum tergugat telah melawan hukum menutup jalan akses ke rumah pengugat. Selanjutnya menghukum para tergugat untuk membongkar pagar, tanaman, pohon dan lain-lain yang menutup akses jalan ke rumah pengugat.

“Saya minta Pengadilan Negeri (PN) Depok untuk segera melakukan eksekusi putusan MA tersebut,” tegas Edy. (Papi Ipul/Bang Maul/Rus)

 73 total views

LEAVE A REPLY